INTERESTNEWS, — SALATIGA — Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Pokja Bunda PAUD, serta mitra lintas sektor yang mendukung program pendidikan anak usia dini di Kota Salatiga.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Salatiga, dipaparkan rencana program kerja Pokja Bunda PAUD Tahun 2026 yang terbagi dalam empat bidang utama, yakni pendidikan dan pembentukan karakter, advokasi dan perlindungan anak, kesehatan dan gizi masyarakat, serta hubungan masyarakat dan kemitraan.
Sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan antara lain “Salatiga Siap Sekolah” sebagai sosialisasi kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), “Transisi Ceria Salatiga” untuk mendukung kesiapan anak dari PAUD ke SD, serta “PAUD Bermutu untuk Semua” yang mengusung pendekatan holistik integratif. Selain itu, terdapat pula program penguatan karakter anak melalui kegiatan literasi, edukasi, serta peringatan Hari Anak Nasional.
Di bidang advokasi dan perlindungan anak, Pokja Bunda PAUD mendorong upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, penguatan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), serta pemenuhan hak identitas anak melalui fasilitasi administrasi kependudukan.
Sementara itu, pada bidang kesehatan dan gizi masyarakat, direncanakan kegiatan seperti lokakarya kesehatan anak, pemantauan pemberian makanan bergizi di PAUD, serta pemberian vitamin dan obat cacing secara berkala melalui posyandu.
Menanggapi paparan tersebut, Retno menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap program yang dirancang, tidak sekadar bersifat seremonial.
“Saya berharap seluruh program yang telah disusun tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan atau kegiatan sesaat, tetapi benar-benar memiliki implementasi yang jelas, berkelanjutan, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak PAUD,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap kegiatan perlu memiliki konsep tematik yang terstruktur agar memudahkan anak dalam memahami dan menyerap pembelajaran secara berkelanjutan.
“Program harus disusun secara tematik dan berkesinambungan. Dengan pendekatan ini, anak-anak akan lebih mudah memahami, mengingat, dan merasakan manfaat dari setiap kegiatan yang diberikan,” lanjutnya.
Selain itu, Retno juga menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan sebagai bahan pemantauan dan evaluasi, serta kejelasan peran mitra dalam setiap program agar pelaksanaan dapat berjalan optimal dan terukur.
Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh program PAUD di Kota Salatiga tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi tumbuh kembang anak usia dini.
(Sino)
