INTERESTNEWS, — SEMARANG – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hermawan, Sp.OG., menjadikan panggung siaran langsung Campursari Bank Jateng di TVRI Jawa Tengah, Senin (25/05/2026), sebagai momentum strategis untuk memaparkan visi besar Kota Salatiga. Dalam acara bertajuk “Senandung Berlanjut Gayung Bersambut” tersebut, Robby menekankan pentingnya transformasi digital dan kemandirian ekonomi lokal.
Didampingi Ketua TP PKK Retno Robby Hermawan dan Sekda Drs. Muthoin, M.Si., Wali Kota menggarisbawahi bahwa pelaku UMKM Salatiga telah menunjukkan taringnya di kancah internasional.
Ekspor dan Transformasi Digital
Salah satu sorotan utama dalam dialog tersebut adalah keberhasilan produk lokal menembus pasar global. “Potensi kita besar. Produk olahan singkong asli Salatiga, misalnya, sudah berhasil dipasarkan hingga ke mancanegara,” ungkap Robby.
Namun, ia mengingatkan bahwa daya saing global memerlukan adaptasi teknologi. Robby mendorong Bank Jateng untuk memperkuat peran dalam pendampingan digitalisasi bagi pelaku usaha. Selain itu, Pemkot Salatiga tengah menyiapkan inovasi layanan publik yang lebih transparan.
• Target Inovasi: Penerapan sistem pembayaran parkir berbasis QRIS.
• Tujuan: Modernisasi layanan, transparansi fiskal, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Perlindungan Finansial dan Edukasi Lingkungan
Selain isu ekonomi, Robby menaruh perhatian khusus pada perlindungan pelaku usaha kecil dari jeratan praktik pinjaman informal berbunga tinggi yang kerap memberatkan masyarakat. Ia berharap kehadiran lembaga keuangan formal seperti Bank Jateng dapat menjadi benteng permodalan yang aman.
Di sisi lain, isu keberlanjutan lingkungan juga menjadi poin penting yang disampaikan. Robby mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah dari hilir ke hulu.
> “Kunci penanganan sampah adalah pengelolaan dari hulu. Memilah sampah organik dan anorganik dari rumah harus terus diperkuat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Salatiga gencar mendorong masyarakat mengolah sampah organik secara mandiri melalui metode biopori dan losida (lodong sisa dapur) guna menekan volume pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
(Sino)
