INTERESTNEWS, — MUARADUA – Puskesmas Muaradua terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Muaradua, Ely Susanti, S.ST., M.Kes, yang menegaskan bahwa puskesmas tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran hidup sehat.
Wawancara tersebut dilakukan di ruang kerja Kepala Puskesmas Muaradua pada Sabtu (28/02/2026), di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah OKU Selatan dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang dalam beberapa pekan terakhir, yang berdampak langsung pada meningkatnya keluhan kesehatan masyarakat.
Menurut Ely Susanti, pelayanan promotif merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri. Sementara itu, pelayanan preventif adalah langkah pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit.
Salah satu bentuk konkret pelayanan tersebut adalah pelaksanaan program cek kesehatan gratis serta penyuluhan rutin kepada masyarakat. Puskesmas juga menghadirkan inovasi bertajuk “Hello Monday”, yang dilaksanakan setiap hari Senin sebagai wadah edukasi kesehatan dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.
Dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Muaradua mengedepankan edukasi PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta langkah tambahan lainnya seperti menggunakan larvasida dan menjaga kebersihan lingkungan.
Ely Susanti menegaskan bahwa fogging bukanlah solusi utama pencegahan DBD. Fogging dilakukan sesuai indikasi dan prosedur ketika ditemukan kasus positif, sedangkan langkah pencegahan paling efektif tetap melalui penerapan 3M Plus secara konsisten oleh masyarakat.
Dengan penguatan pelayanan promotif dan preventif ini, Puskesmas Muaradua berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatansejak dini, sehingga angka penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat meningkat.
(*Red)
