INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Tingkat Kota Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Dalam forum yang digelar di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Kota Salatiga pada Kamis (16/4/2026) tersebut, ditekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber pendapatan daerah.
Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2026, yang menjadi simbol komitmen seluruh jajaran Pemkot Salatiga terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, hingga camat se-Kota Salatiga.
Dorong Kreativitas Pengelolaan Aset
Dalam arahannya, dr. Robby menggarisbawahi bahwa sumber pendapatan daerah saat ini masih sangat bergantung pada sektor pajak dan retribusi di tiap perangkat daerah. Ia meminta jajarannya untuk tidak terjebak dalam rutinitas kerja administratif semata.
> “Perangkat daerah jangan hanya berperan sebagai pengguna anggaran, tetapi harus mampu mengembangkan potensi pendapatan baru. Langkah awalnya adalah dengan inventarisasi dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah secara inovatif,” tegas Wali Kota.
Ia juga menginstruksikan percepatan program pada Triwulan II dengan memastikan seluruh paket pengadaan segera diumumkan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dan memaksimalkan metode e-purchasing.
Capaian Realisasi Triwulan I
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Salatiga memaparkan detail postur belanja daerah tahun 2026 yang mencapai Rp891,84 miliar. Berdasarkan data hingga akhir Maret 2026, performa keuangan Pemkot Salatiga menunjukkan tren positif:
Realisasi Keuangan: Mencapai Rp198,98 miliar (69% dari target Triwulan I).
Realisasi Fisik: Mencapai 34,55%, melampaui target yang ditetapkan sebesar 32%.
Keberpihakan Ekonomi Lokal: Dari total RUP sebesar Rp380,86 miliar, lebih dari Rp200 miliar dialokasikan untuk penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) serta pemberdayaan UMKK.
Beberapa proyek strategis yang menjadi fokus pengawalan saat ini meliputi pembangunan infrastruktur drainase, perbaikan talud Kali Banteng, hingga pengadaan alat kesehatan di RSUD Salatiga. Sinergi antarperangkat daerah dengan pendampingan dari Inspektorat diharapkan dapat memastikan seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.
(Sino)
