Misa Kamis Putih di Gereja Maria Assumpta Klaten: Romo Seto Ajak Umat Maknai ‘Andhap Asor’ Lewat Filosofi Bau Kaki

 

INTERESTNEWS. — ​KLATEN, – 1511  umat Katolik memadati  Gereja Santa Maria  Assumpta ( GMA ) Klaten untuk merayakan Misa Kamis Putih ke II Kamis (2/4/2026) malam. Misa yang menandai dimulainya Tri Hari Suci ini berlang- sung khidmat,  dengan sorotan utama pada teladan kerendahan  hati  Yesus Kristus  yang membasuh  kaki  para murid-Nya.

Misa yang di pimpin oleh Romo Mateus Seto Dwiadityo, Pr ​   Dalam  homilinya yang segar dan penuh humor, Romo Seto mengajak umat untuk menggali makna terdalam dari perintah kasih  (Maundy) melalui pendekatan budaya Jawa, yakni Andhap Asor.
​Belajar dari  ‘Aroma’  Kerendahan Hati
​Ada yang unik dalam pesan yang disam- paikan Romo Seto.    Alih-alih hanya berbicara teologi yang berat, beliau justru mengajak umat berefleksi melalui hal-hal sederhana yang manusiawi, seperti bau kaki.
​”Kadang kita perlu belajar rendah hati dari hal yang tidak menyenangkan, misalnya menyadari bau keringat atau bau kaki sendiri,” ujar Romo Seto yang disambut tawa kecil umat.

​Menurutnya, kesadaran akan kekura- ngan diri  atau yang beliau istilahkan dengan tepo seliro  adalah kunci agar manusia tidak jatuh ke dalam kesom- bongan.   Dengan mencontohkan bau sepatu atau kaos kaki yang lama tidak diganti,  beliau mengingatkan bahwa setiap orang memiliki  “aroma” kekurangan masing-masing yang harus disadari sebelum menghakimi orang lain.

​Peristiwa Besar Kamis Putih
​Romo Seto juga menekankan bahwa Kamis Putih bukan sekadar tradisi rutin, melainkan  peringatan  akan  tiga peristiwa institusi besar dalam Gereja:
​Institusi Ekaristi:/ Perjamuan terakhir, Yesus memberikan diri-Nya sebagai Roti Hidup, simbol penyerahan diri total bagi umat manusia.
​Institusi Imamat: Menghargai peran Imam yang bertindak In Persona Christi (dalam pribadi Kristus). Di Keuskupan Agung Semarang sendiri, tercatat sekitar 300 Imam yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani.

BACA JUGA:  Doa Bersama Desa Matawai Maringu-Kampung Baru

Perintah Kasih (Mandatum): Tindakan membasuh kaki sebagai simbol bahwa pemimpin adalah pelayan.  Teladan Membasuh Kaki.  Prosesi pembasuhan kaki dalam misa ini menjadi simbolisasi nyata dari  ajaran Yesus.    Romo Seto menjelaskan bahwa kaki adalah bagian tubuh yang paling bawah dan sering kotor.   Dengan membasuh kaki para murid, Yesus yang adalah  Guru  dan Tuhan, merendahkan diri-Nya sebagai seorang hamba.
​”Jika Tuhan saja mau berlutut dan membasuh kaki manusia, maka kita pun wajib saling melayani dengan tulus, tanpa pilih-pilih,” tegasnya.

​Pesan untuk Umat
​Melalui perayaan ini,  umat  di  Gereja Maria Assumpta Klaten diharapkan tidak hanya  menjalankan  ritual  secara formalitas, tetapi mampu membawa semangat Andhap Asor ke dalam kehidupan sehari-hari.
​Gaya komunikasi Romo Seto yang komunikatif dengan selipan bahasa Jawa seperti “ambune” dan “sasi-sasian” terbukti efektif membuat pesan filosofis yang berat menjadi lebih mudah dicerna dan relatable bagi masyarakat Klaten.
​Misa diakhiri dengan perarakan Sakramen Mahakudus menuju ruang adorasi  (tuguran),   sebagai  bentuk kesediaan umat untuk berjaga-jaga bersama Yesus sebelum memasuki hari sengsara-Nya di Jumat Agung besok.
( Benneo)

Mari Bagikan