Sinergi FKG Eklesia dan Kemenag Klaten Gelar Paskah Ekologis di Tegalmulyo: Tanam Ratusan Bibit Buah untuk ‘Renovasi Alam’

 

INTERESTNEWS, — KLATEN – Mengusung tema “Bumi sebagai Rumah Bersama”, Forum Kerjasama Gereja-Gereja (FKG) Eklesia Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten menggelar aksi sosial bertajuk Paskah Ekologis di Desa Tegalmulyo. Aksi nyata ini diwujudkan melalui penanaman dan pembagian ratusan bibit pohon buah produktif kepada masyarakat setempat.

Kegiatan ini lahir dari komitmen bersama untuk melakukan ‘renovasi alam’ atau memperbaiki kondisi lahan di Tegalmulyo yang sempat terdampak pengambilan material alam. Selain sebagai bentuk tanggung jawab kelestarian lingkungan, program ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi warga desa.

Sinergi Donasi dan Detail Bantuan Bibit

Aksi hijau ini didukung penuh oleh donasi dari 150 gereja yang bernaung di bawah FKG Eklesia Klaten, bekerja sama dengan Kemenag Klaten dan Dinas Lingkungan Hidup. Total bantuan yang diserahkan mencapai lebih dari 320 bibit pohon, dengan rincian:

250 bibit alpukat varietas unggulan (Kendil, Aligator, dan Miki) dari FKG Eklesia.
7 bibit tanaman tabulampot serta sekitar 70 bibit kelengkeng, alpukat, dan sirsak dari Kemenag Klaten.

Ketua 1 FKG Eklesia Kabupaten Klaten, Pendeta Wiwiek Wulandari, menjelaskan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan filosofi dari “persembahan oksigen” kepada semesta dan seluruh ciptaan Tuhan.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Klaten, H. Agus Susanto, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari program “Kemenag Berdampak”. Program ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari ekologi dan program strategis FKG Eklesia untuk memastikan kehadiran Kemenag membawa manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat luas.

Mekanisme Pembagian dan Edukasi Petani

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, menyambut baik dan mengapresiasi penuh inisiatif ini. Dalam pelaksanaannya, setiap warga desa yang hadir dalam acara tersebut menerima minimal 3 batang pohon. Sisa bibit yang ada nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar secara bertahap agar asas manfaatnya merata.

BACA JUGA:  Pdt. Jones Lukas ketua PGLII Semarang: "Semua Harus Dimulai Dari Keluarga Pasutri Hamba Tuhan"

Agar bantuan ini tidak sia-sia, panitia tidak hanya sekadar membagikan bibit. Acara ini juga dibekali dengan penyuluhan pertanian mengenai tata cara menanam yang baik dan benar yang disampaikan oleh pakar pertanian, Dr. Eko Jatmiko Utomo.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan cara menanam yang benar sesuai penyuluhan. Semoga tanaman ini bisa cepat berbuah, sehingga dapat membantu mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan warga Desa Tegalmulyo,” ujar Sutarno.

Komitmen Berkelanjutan

Program Paskah Ekologis ini dipastikan bukan sekadar seremonial belaka. Pihak penyelenggara berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala guna memastikan seluruh bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan.

Melalui sinergi lintas agama dan lembaga ini, diharapkan Tegalmulyo dapat menjadi pelopor desa yang hijau, lestari, dan mandiri secara ekonomi di masa depan.

(Sino)

Mari Bagikan