INTERESTNEWS, — PAPUA — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk mengatakan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis, 14 Mei 2026, merupakan momen penting yang tidak hanya sakral secara religius bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk membangun kebersamaan dan menguatkan kerukunan di Indonesia.
Menurutnya berdasarkan SKB 3 Menteri, tahun 2026 menetapkan 14 Mei sebagai libur nasional dan 15 Mei sebagai cuti bersama, menciptakan long weekend yang memungkinkan refleksi bersama dan mempererat silaturahmi.
“Makna dan momen penting Kenaikan Yesus Kristus 2026 adalah memperkuat kebersamaan dan toleransi. Kenaikan Yesus Kristus membawa pesan harapan, damai, dan kasih, yang relevan untuk memperkokoh harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk.” kata Lipiyus Biniluk di Papua, Rabu ( 13/5/2026 ).
Dikatakan bahwa hari besar ini menjadi pengingat untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarsesama, sejalan dengan nilai-nilai persatuan Indonesia.
“Kami mengajak umat menjadikan momen keagamaan sebagai refleksi untuk memperkuat sinergi dalam pelayanan dan solidaritas bagi bangsa. ” ujarnya.
Umat Kristiani menurut Lipiyus Biniluk merayakan dengan ibadah, persekutuan keluarga, dan pelayanan sosial, yang dapat diperluas menjadi aksi nyata diakonia (pelayanan kasih) kepada masyarakat sekitar.
“Doa syukur yang dipanjatkan sering kali mencakup permohonan perdamaian dan kebaikan untuk bangsa” katanya..
Beberapa hal yang diangkat untuk ibadah Kenaikan Yesus Kristus 2026 menurutnya fokus pada hal-hal yang membawa dampak positif mendorong umat untuk aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial.
“Momen Kenaikan Yesus Kristus 2026 pada 14 Mei 2026 diharapkan membawa berkat dan mempererat tali persaudaraan kebangsaan, menjadikan perayaan religius sebagai wujud nyata kerukunan nasional.” kata Lipiyus Biniluk.
Sementara itu ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada 14 Mei 2026 merupakan momen yang sangat tepat untuk memperkuat iman sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Paskah ini tidak hanya bermakna teologis, tetapi juga membawa pesan sosial yang mendalam tentang kasih dan perdamaian.” kata Ida Pangelingsir di Denpasar Bali, Rabu ( 13/5/2026 )
Menurutnya ada beberapa alasan mengapa Kenaikan Yesus Kristus 2026 menjadi momen penting untuk menguatkan kerukunan, diantaranya adalah sebagai
refleksi kasih dan kepedulian sosial.
“Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan umat Kristiani untuk mewujudkan iman dalam tindakan nyata, seperti menolong sesama, memiliki empati, dan peduli terhadap lingkungan sosial tanpa membeda-bedakan.” katanya.
Dikatakan momen ini juga menjadi penguat toleransi dalam kebhinnekaan yakni dengan peringatan ini menjadi pengingat untuk terus menjaga kerukunan, baik internal maupun antarumat beragama, terutama dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
“Pesan kedamaian dan harapan pada momentum ini menekankan pentingnya menjadi “jangkar kedamaian” bagi lingkungan sekitar, membawa harapan, dan menjaga persatuan.” ujarnya.
Momen ini dapat juga menginspirasi untuk menjadi berkat dengan tema-tema ibadah Kenaikan Yesus 2026, seperti “Menjadi Berkat bagi Sesama,” mendorong umat untuk membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Dalam suasana yang damai, perayaan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pelayanan bagi bangsa dan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Selamat memperingati hari kenaikan Yesus Kristus, semoga semua bahagia, rukun dan damai sepanjang hayat”. katanya (*Red)
