INTERESTNEWS, — KLATEN — Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tingkat Provinsi Jawa Tengah guna mempersiapkan kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (11/03/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai langkah strategis terkait pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode arus mudik, pelaksanaan mudik, hingga arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Klaten.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom dan dihadiri unsur Forkopimda serta para pemangku kepentingan terkait. Hadir di antaranya Kapolres Klaten AKBP Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.H, Ketua DPRD Klaten H. Edi Sasongko, Penjabat Sekda Kabupaten Klaten Jaka Purwanto, S.Sos., M.M, Ketua Pengadilan Negeri Klaten R. Aji Suryo, S.H., M.H, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Agama Klaten.
Selain itu turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Klaten Sugeng Hariyanto, S.E., M.M, Kasatpol PP Kabupaten Klaten Joko Hendrawan, S.H., M.M, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Klaten H. Khumaidin, S.Ag., M.Ag, Ketua FKUB Kabupaten Klaten Drs. H. Samsudin Asrofi, M.M, serta staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, Danramil, Kapolsek, dan stakeholder terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat provinsi guna memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi momentum arus mudik dan arus balik Idul Fitri tahun 2026.
“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat provinsi dalam rangka mempersiapkan kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri, mulai dari arus mudik, pelaksanaan mudik hingga arus balik. Pemerintah Kabupaten Klaten akan membentuk Posko Koordinasi Terpadu yang melibatkan berbagai unsur seperti kecamatan, Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP, perbankan serta instansi terkait lainnya yang akan ditempatkan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Klaten,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis bagi masyarakat dengan menyediakan sekitar 10 armada bus serta kemungkinan tambahan dari pihak swasta.
“Pemberangkatan direncanakan dari terminal utama pada 14 Maret 2026. Pemeriksaan kesiapan bus dan pengemudi telah dilaksanakan bersama pihak terkait. Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten juga telah menyiapkan sebanyak 64 armada ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan selama arus mudik dan arus balik,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Faruk Rozi dalam paparannya menegaskan bahwa Provinsi Jawa Tengah menjadi titik tumpu utama pergerakan pemudik secara nasional.
“Jawa Tengah menjadi titik tumpu sekitar 60 persen pergerakan mudik nasional. Oleh karena itu keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, TNI dan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik maupun arus balik,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25–26 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Menurutnya, pembagian gelombang tersebut dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait jadwal libur dan kerja sehingga diharapkan dapat mengurangi penumpukan perjalanan, meskipun arus balik diperkirakan tetap padat menjelang hari pertama masuk kerja.
Kapolres menambahkan bahwa Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Operasi ini menekankan tiga pilar utama yaitu aman, nyaman dan lancar. Aman berarti keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, nyaman melalui pelayanan yang humanis dan inklusif, serta lancar melalui manajemen lalu lintas berbasis data.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selama periode mudik, di antaranya bencana hidrometeorologi seperti hujan ekstrem, angin kencang, tanggul jebol hingga luapan sungai.
Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri tahun 2026.
“Kami sudah mendapatkan arahan dari Bapak Gubernur, Pangdam dan Kapolda. TNI siap membantu pengamanan arus mudik Lebaran tahun 2026,” tegas Dandim.
Ia juga berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral guna menjaga stabilitas wilayah selama momentum Idul Fitri.
“Kami berharap situasi dan kondisi wilayah tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri. Oleh karena itu diperlukan sinergi yang baik antar lintas sektoral guna menjaga kondusifitas wilayah baik menjelang maupun pasca Idul Fitri,” pungkasnya.
Rapat koordinasi Forkopimda Kabupaten Klaten tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif serta menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kesiapan daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dengan kesiapan yang matang serta kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh elemen pendukung, diharapkan pelaksanaan mudik, perayaan Idul Fitri hingga arus balik di wilayah Kabupaten Klaten dapat berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif.
(Sino)
