INTERESTNEWS, — KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten kembali memperkuat infrastruktur pedesaan melalui program unggulan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-33. Kali ini, Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, terpilih menjadi lokasi sasaran program yang memadukan semangat gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat.
Program yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 12 Mei hingga 11 Juni 2026, ini resmi dibuka melalui upacara di Lapangan Desa Pakisan pada Selasa pagi (12/5/2026).
Fokus pada Akses Ekonomi dan Hunian Layak
Perwira Pelaksana KBMKB, Kapten Inf Eka Atmaja, melaporkan bahwa fokus utama kegiatan kali ini mencakup dua sasaran fisik yang krusial bagi warga setempat:
1. Betonisasi Jalan: Pembangunan jalan sepanjang 642 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 12 sentimeter. Jalur ini diproyeksikan menjadi urat nadi perekonomian desa guna memperlancar mobilitas warga dan hasil pertanian.
2. Rehabilitasi RTLH: Perbaikan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warga akan hunian yang aman, sehat, dan nyaman.
“Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar. Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih baik,” ujar Kapten Inf Eka Atmaja.
Pembangunan Non-Fisik dan Karakter Bangsa
Selain pembangunan infrastruktur, KBMKB ke-33 juga memberikan perhatian besar pada aspek non-fisik. Serangkaian penyuluhan akan digelar, meliputi:
• Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.
• Administrasi Kependudukan.
• Penguatan nilai toleransi dan cinta tanah air.
Kekuatan Gotong Royong
Keberhasilan program ini didukung oleh pengerahan tenaga kerja lintas sektor sebanyak 87 personel, yang terdiri dari:
• 30 anggota TNI dan 5 anggota Polri.
• 45 warga masyarakat setempat.
• 5 aparat desa dan 2 tenaga teknis.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam keterangannya menegaskan bahwa KBMKB adalah bukti nyata sinergi kolektif. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari TNI dan Polri dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Klaten.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan kolaborasi, kerja keras, dan dukungan semua pihak agar pembangunan merata hingga ke pelosok desa. Saya berharap hasil pembangunan ini nantinya dirawat dengan baik oleh masyarakat,” tutur Hamenang.
Melalui program ini, Desa Pakisan diharapkan tidak hanya mengalami peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga penguatan ikatan sosial melalui budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Klaten.
(Sino)
