INTERESTNEWS, — KLATEN – Pemerintah Kecamatan Jatinom menargetkan penyebaran sekitar 8 ton apem pada puncak Perayaan Tradisional Yaqowiyu 2026 yang akan digelar di Plampean, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Hal tersebut disampaikan Camat Jatinom, Agus Sunyata, usai memimpin rapat persiapan Perayaan Tradisional Yaqowiyu di Aula Kantor Kecamatan Jatinom, Selasa (07/07/2026).
Agus Sunyata mengatakan, pelaksanaan Yaqowiyu tahun ini akan dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu kegiatan yang kembali dihadirkan adalah Car Free Night di sepanjang jalan utama Kota Kecamatan Jatinom untuk menambah semarak perayaan.
Rangkaian kegiatan Yaqowiyu akan dimulai pada 23 Juli 2026 dengan kirab napak tilas dari halaman Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Ageng Plampean. Sementara puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, seusai salat Jumat, dengan tradisi sebar apem yang menjadi ikon perayaan tersebut.
Meski menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, Agus menegaskan seluruh rangkaian acara tetap mengedepankan nilai-nilai yang menjadi ruh Yaqowiyu, yakni syiar agama Islam yang diwariskan Kyai Ageng Gribig sekitar 300 tahun silam.
“Berbagai kegiatan akan digelar untuk memeriahkan Yaqowiyu, namun tidak mengurangi roh perayaan sebagai syiar agama Islam yang dilakukan Kyai Ageng Gribig di Jatinom,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Yaqowiyu 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Jatinom dengan Pengelola Petilasan Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KG).
Menjelang puncak acara, masyarakat juga akan mengikuti tradisi Midodaren di Masjid Besar Plampean yang diisi dengan doa bersama dan zikir sebagai bentuk ikhtiar memohon berkah dan rahmat Allah SWT.
Untuk memenuhi target penyebaran sekitar 8 ton apem, pengadaan apem dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Jatinom bersama masyarakat. Tradisi sebar apem tersebut setiap tahun menjadi daya tarik utama Yaqowiyu dan selalu dinantikan ribuan warga maupun wisatawan yang datang ke Jatinom.
(Sino)
