INTERESTNEWS, — KLATEN – Program Sambung Rasa Pemerintah Kabupaten Klaten kembali digelar di Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Randulanang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Penjabat (Pj) Kepala Desa Randulanang, Mardiyono, mengatakan kegiatan Sambung Rasa merupakan sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menampung berbagai usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk rekan-rekan media massa yang selama ini menjadi mitra Pemerintah Desa Randulanang dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menjelaskan bahwa program Sambung Rasa merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta menghadirkan berbagai layanan publik di tengah warga.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga memperkenalkan para kepala OPD dan pimpinan badan layanan publik yang hadir. Masing-masing diberikan kesempatan untuk menjelaskan tugas pokok dan fungsi instansinya agar masyarakat lebih memahami layanan yang dapat diakses.
Sesi dialog berlangsung interaktif dengan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Salah satu usulan utama berkaitan dengan perbaikan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Randulanang dan Desa Beteng. Warga menilai kondisi jalan tersebut sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera.
Menanggapi hal itu, Bupati Hamenang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten telah merencanakan pembangunan ruas jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut pada tahun 2027.
“Alhamdulillah aspirasi masyarakat sudah mendapat perhatian dari Mas Bupati. Rencananya pada tahun 2027 jalan tersebut akan dibangun menggunakan rabat beton,” kata Mardiyono.
Menurutnya, sebelumnya usulan perbaikan hanya berupa pelapisan aspal. Namun setelah dilakukan kajian, pemerintah memutuskan menggunakan konstruksi rabat beton karena dinilai lebih kuat, tahan lama, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat meskipun membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Selain persoalan infrastruktur jalan, kelompok tani juga mengajukan permohonan pembangunan sumur dalam untuk mengatasi kesulitan air irigasi. Bupati menjelaskan bahwa untuk saat ini belum ada rencana pembangunan sumur dalam, namun pemerintah daerah siap membantu pengadaan mesin pompa air sebagai solusi sementara.
Aspirasi lain datang dari Bidan Desa Randulanang yang mengusulkan pengadaan mobil ambulans desa guna mempermudah pelayanan rujukan pasien ke rumah sakit. Menanggapi hal tersebut, Bupati Hamenang menyatakan akan mengupayakan bantuan melalui berbagai sumber, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan maupun pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Mardiyono juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Desa Randulanang. Ia mencontohkan pembangunan membangun jalan menuju Kaliworo yang dahulu berhasil dilaksanakan melalui swadaya masyarakat.
Melalui kegiatan Sambung Rasa, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin terbuka sehingga berbagai kebutuhan pembangunan dapat dirumuskan dan direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas daerah. Program ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
(Sino)
