INTERESTNEWS, — SALATIGA – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik ke Kota Salatiga, Kamis (09/04/2026). Bertempat di KSU Ngudi Luhur, rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ir. Panggah Susanto, memfokuskan peninjauan pada pengembangan produksi susu dan daging sapi.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., beserta jajaran Forkopimda dan perwakilan kementerian terkait.
Urgensi Kemandirian Susu Nasional
Dalam arahannya, Ir. Panggah Susanto menyoroti fakta bahwa ketergantungan Indonesia terhadap susu impor masih sangat tinggi.
“Data yang kami terima menunjukkan bahwa 80% kebutuhan susu nasional masih berasal dari impor. Ini adalah tantangan besar. Kami ingin memastikan adanya langkah strategis yang terintegrasi, mulai dari peningkatan produksi di tingkat peternak hingga penguatan rantai pasok secara berkelanjutan,” tegas Panggah.
Ia menambahkan bahwa peternak sapi perah bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani.
Kendala di Lapangan: Lahan hingga Bibit
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Dr. Hary Suhada, mengakui bahwa produktivitas lokal masih terganjal beberapa faktor klasik.
Kuantitas Ternak: Jumlah populasi sapi yang masih kurang.
Keterbatasan Lahan: Sulitnya akses lahan untuk pakan hijau.
Optimalisasi SDM: Perlu peningkatan keahlian bagi para peternak tradisional.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menyatakan bahwa meski Salatiga memiliki potensi besar, produksinya saat ini masih bersifat terbatas.
> “Salatiga memerlukan penguatan di sisi hulu seperti pakan dan bibit, serta di sisi hilir terkait pengolahan distribusi dan pemasaran. Kami optimis dengan sinergi ini, produksi susu lokal dapat dimaksimalkan,” ujar dr. Robby.
Sinkronisasi dengan Program Makan Bergizi Gratis
Dalam sesi diskusi, para peternak menyampaikan aspirasi terkait tingginya biaya alat produksi dan pengelolaan limbah. Salah satu poin menarik yang dibahas adalah rencana sinkronisasi produsen susu lokal dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda prioritas pemerintah pusat.
Dengan adanya program MBG, diharapkan peternak memiliki kepastian pasar yang jelas, sehingga gairah produksi di tingkat daerah kembali meningkat.
Harapan Kedepan
Kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Melalui kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Badan Karantina Indonesia, dan Pemerintah Daerah, sektor peternakan diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan dan membawa kesejahteraan nyata bagi para peternak di Kota Salatiga.
(Sino)
