INTERESTNEWS,– KLATEN – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, melakukan langkah fenomenal dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya. Inisiatif yang mulai dijalankan pada tahun 2026 ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan potensi desa secara mandiri.
Berdasarkan pantauan di Kantor Balai Desa Bonyokan, proses pembagian dana segar ini berlangsung sejak Hari Senin dan dijadwalkan selesai pada Selasa (10/3/2026). Warga tampak antusias mendatangi kantor desa untuk menerima hak mereka.
Anggaran Rp170 Juta dari PADes
Kepala Desa Bonyokan, H. Surono, AMD, menjelaskan bahwa setiap Kepala Keluarga (KK) mendapatkan THR sebesar Rp150.000. Dengan total 1.122 KK yang terdaftar sebagai warga ber-KTP Bonyokan, Pemdes mengalokasikan anggaran mencapai Rp170 juta.
Menariknya, dana tersebut sama sekali tidak menggunakan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, melainkan murni bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes). PADes Bonyokan sendiri telah menembus angka sekitar Rp700 juta per tahun, yang dihasilkan dari pengelolaan aset strategis oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dana ini hasil dari pengelolaan ruko desa, Pasar Legen, hingga Pasar Sapi. Pembagian THR ini adalah wujud kepedulian kami kepada warga, terutama untuk membantu meringankan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri seperti membeli minyak, beras, atau gula,” ujar Surono saat dikonfirmasi.
Desa Mandiri: PBB Gratis hingga Jaminan BPJS
Gebrakan Pemdes Bonyokan ternyata tidak berhenti pada pembagian THR. Sejak tahun 2025, desa ini telah menjalankan program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi seluruh warganya.
“Mulai tahun 2025, PBB sudah kami gratiskan semua. Siapa pun warga yang punya tanah dan ber-KTP Bonyokan, pajaknya dibayar oleh desa, tidak kami beda-bedakan status ekonominya,” tegas Kades Surono.
Selain itu, Pemdes juga mengalokasikan PADes untuk memberikan jaminan sosial berupa kepesertaan JKN/BPJS bagi lembaga desa, termasuk jajaran ketua RT, RW, hingga Linmas, guna meningkatkan semangat pelayanan di tingkat basis.
Apresiasi Warga: “Sangat Membantu Rakyat Kecil”
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Winardi, salah seorang warga yang juga anggota BPD Bonyokan, menyebut kebijakan ini sangat menyentuh kebutuhan rakyat kecil.
”Kami sangat mengapresiasi kebijakan Pak Kades. Selain THR, PBB gratis benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini langkah yang luar biasa,” ungkap Winardi.
Target Masa Depan
Kades Surono berharap kemandirian desa ini terus meningkat. Ia menargetkan di tahun-tahun mendatang, nilai THR yang dibagikan bisa meningkat ke angka Rp200.000 hingga Rp250.000 per KK seiring dengan semakin kuatnya unit usaha BUMDes.
Kini, Desa Bonyokan tidak hanya dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan sapi di Klaten, tetapi juga menjadi model desa mandiri yang mampu mengembalikan hasil kekayaan desa untuk kesejahteraan langsung warganya.( Benneo)
