Mempererat Persaudaraan, Prodiakon Paroki Santa Maria Assumpta Klaten Gelar Rekreasi Bersama di Ambarawa

 

INTERESTNEWS, — ​KLATEN — Sebanyak 67 peserta yang terdiri dari para Prodiakon Gereja Santa Maria Assumpta Klaten (GMA) serta Gereja Santo Yusup Senden (GYS) mengikuti kegiatan fun activities dan rekreasi kebersamaan di Kampoeng rawa Ambarawa Jawa Tengah pada hari Selasa ( 25/8/2026 ). Kegiatan ini didampingi langsung oleh Romo Paroki GMA Rm.Joseph Kristanto, Pr.

​Rombongan berangkat bersama dari Depan Gedung Ekokapti Jalan Bali Klaten menuju kawasan Ambarawa. Destinasi pertama yang dituju adalah Kampoeng Rawa Ambarawa, dimana tempat untuk kegiatan berbagai fun activities dan permainan outbound guna mencairkan suasana serta membangun keakraban.

​Dinamika outbound seperti permainan estafet gelas balon dan estafet menara, serta pemindahan air dalam botol tersebut dipandu oleh tiga frater yang bertugas mendampingi kegiatan tersebut, yakni Frater Simplisius Dandy Indrawijaya (Fr.Dandy, Tingkat II) dari Paroki Ganjuran serta Frater Bernardus Gugi Kristiawan (Fr. Gugi, Tingkat 5) dari Paroki Katedral Semarang dan Frater Gabriel Ari Adi Dharma (Fr.Adi) dari Paroki Santo Yusup Pekerja Gondangwinangun Klaten.

Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan dinamika kelompok bagi para prodiakon.

Salah satu pos kegiatan yang menarik perhatian adalah Pos 1, yang mengusung permainan edukatif estafet air.
​Koordinator Pos 1, Frater Gabriel Ari Adi Dharma, menjelaskan bahwa permainan ini dirancang untuk melatih kerja sama tim serta membangun sinergi di antara para peserta. Frater Adi, mahasiswa tingkat VI Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan ini, mendampingi langsung jalannya dinamika di pos tersebut.

​”Permainan di Pos 1 ini adalah estafet air. Teknisnya, peserta dalam satu tim saling bergandengan tangan dan membentuk lingkaran. Mereka bertugas memindahkan air dari ember yang terisi penuh ke ember dan botol kosong. Tim yang paling cepat mengisi ember hingga penuh menjadi pemenangnya,” ujar Frater Adi ditemui awak media yang juga peserta di lokasi kegiatan.

BACA JUGA:  Perempuan Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga menuju Lingkungan Asri dan Mandiri

​Menurutnya, permainan sederhana ini menyimpan pemaknaan mendalam bagi para pelayanan umat. Selain menguji ketangkasan, permainan ini menuntut fokus, komunikasi, serta sikap saling mengingatkan antar anggota tim.

​”Nilai utama yang ingin didapatkan adalah melatih fokus, kerja sama, saling mengingatkan, dan yang paling penting adalah sinergi dalam satu kesatuan tim,” tambahnya.

​Melalui dinamika di Pos 1 ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama tersebut dapat diterapkan oleh para prodiakon dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah umat Gereja Maria Assumpta Klaten.

Frater Bernardus Gugi Kristiawan—yang akrab disapa Frater Gugi, para peserta diajak ​dalam kebersamaan dengan permainan simulasi “Estafet Menara”. Lewat dinamika kelompok disini para peserta diajak untuk memindahkan menara gelas satu persatu tanpa harus disentuh tangan.

“Permainan ini bisa dipetik berbagai nilai positif yang berguna dalam menjalankan tugas pelayanan gerejani”. Jelasnya Fr Gugi.

​Nilai Utama & Refleksi Kegiatan
​Kerja Sama & Saling Mendukung: Permainan estafet menara menuntut koordinasi yang solid dan sikap saling menopang antarpeserta.
​Tidak Meninggalkan: Setiap anggota kelompok diingatkan pentingnya bergerak bersama tanpa ada yang tertinggal.

​Kolaborasi, Bukan Persaingan: Frater Gugi menekankan agar nilai-nilai yang didapat tidak berhenti pada permainan saja, melainkan menjadi spirit melayani.

Antar prodiakon diharapkan mampu memandang satu sama lain sebagai teman dan rekan sekerja, bukan sebagai saingan.

“​Melalui kegiatan ini, Saya berharap semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara para prodiakon Paroki Maria Assumpta Klaten dapat semakin kokoh dalam menjalankan pelayanan ditengah umat”. Pungkasnya

Berbagai permaianan edukatif, Frater Simplisius Dandi Indrawijaya atau Frater Dandy dari Paroki Ganjuran memberikan permainan estafet gelas menggunakan balon.

Frater Dandy  membagikan refleksi dan pesan mendalam dari permainan yang dijalani bersama para prodiakon. Menurutnya, dinamika ini bukan sekadar permainan ketangkasan, melainkan sarana belajar untuk berani mengambil keputusan secara tepat.

BACA JUGA:  Perkuat Karakter Siswa, SMPN 4 Klaten Gelar Penyegaran Iman di Rowo Jombor

​”Dari permainan ini kita belajar untuk berani mengambil suatu keputusan. Terkadang kita masih ragu-ragu untuk melepaskan, terkadang kita masih ragu untuk mengambil keputusan yang baru sehingga menghambat suatu pelayanan,” ujar Frater Dandy.

​Ia menambahkan bahwa melalui permainan estafet gelas balon tersebut, para peserta diajak untuk melatih keberanian dalam mengambil tindakan yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

​Melalui dinamika dan kebersamaan di Kampoeng rawa ini, diharapkan semangat pelayanan para prodiakon di GMA dan GYS Klaten semakin solid, lancar, serta responsif dalam melayani kebutuhan umat.

​Usai kegiatan tersebut peserta diajak untuk menikmati keindahan destinasi danau rawa pening dengan menaiki perahu di perairan Rawa Pening.

Perjalanan kemudian diteruskan menuju Celosia Garden untuk menikmati keindahan taman bunga, dan diakhiri dengan kunjungan ke destinasi bersejarah Benteng Willem I Ambarawa.

Ketua Panitia Kegiatan, Antonius Suparmin, menegaskan pentingnya agenda ini untuk mempererat tali persaudaraan serta saling mengenal di antara para pelayan umat.

​Dalam kesempatan usai acara, Antonius menyampaikan pernyataan dan harapannya agar kegiatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan kolaborasi ke depannya.

​”Harapan kami, di samping keakraban, persaudaraan, dan saling mengenal, kita juga bisa saling membantu dan bekerja sama tentunya. Untuk ke depannya, prodiakon kita lebih semangat lagi dalam berpelayanan,” ujar Antonius Suparmin.

​Kegiatan ini memiliki pola pelaksanaan yang bergantian setiap tahunnya, yaitu agenda ziarah keluar pada satu tahun dan perayaan Natal bersama pada tahun berikutnya. Meski pelaksanaan acara kali ini merupakan penundaan dari jadwal tahun lalu akibat penyesuaian izin dari Romo, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para peserta untuk hadir dan menyatukan semangat dalam berpelayanan.
(Benneo)

Mari Bagikan