INTERESTNEWS, — KLATEN– Mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Klaten Tengah, Klaten menggelar seminar pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan yang berfokus pada edukasi lingkungan ini berlangsung di Aula Kecamatan Klaten Tengah pada Minggu (12/7/2026).
Seminar ini dihadiri oleh Camat Klaten Tengah Ismed Basuki Cahyono, S.H., M.M., Ketua WKRI Ranting Klaten Tengah Ibu Emmanuella Maria Rudatiningrum Quin Putranti dan sedikitnya 40 lebih anggota WKRI Ranting Klaten Tengah, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Pihak penyelenggara menghadirkan nara sumber utama PID Ressy Miryanti dari Komunitas Peduli Sampah Sidowayah.

Sepanjang acara, jalannya seminar berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi mengenai teknik memilah sampah dapur dan dedaunan, hingga proses fermentasi menjadi kompos siap pakai. Antusiasme tersebut semakin terlihat pada sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif berkonsultasi mengenai kendala praktis pengolahan sampah di rumah masing-masing.
Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Tujuan utama dari gerakan ini adalah menyasar hulu masalah sampah, yakni dari area dapur rumah tangga. Melalui pelatihan ini, WKRI berkomitmen mengajak kaum ibu untuk ikut ambil bagian dalam menekan volume pembuangan sampah ke TPA di Kota Klaten.
”Tujuannya agar para ibu bisa memanfaatkan limbah dapur dan sampah dedaunan di sekitar rumah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Ini adalah langkah nyata kami dalam membantu mengatasi masalah sampah di Klaten,” ujar salah satu perwakilan pengurus WKRI.
Ketua WKRI Ranting Klaten Tengah Emmanuella yang akrab di panggil Bu Emma dalam sambutannya mengajak peserta seminar tidak hanya sampai diselesainya seminar ini, tetapi setelah dari mengikuti seminar langsung praktek dan menularkan hasil seminar dengan mengajak tetangga, teman, saudara sehingga limbah sampah di Kabupaten Klaten sedikit bisa teratasi walau dengan langkah kecil WKRI Ranting Klaten Tengah Ini.
Gerakan yang diinisiasi oleh WKRI Ranting Klaten Tengah ini diyakini dapat membawa dampak nyata bagi lingkungan.
”Kami sangat berharap seminar ini tidak berhenti di ruangan ini saja. Setelah pulang, mari kita langsung praktik di rumah masing-masing. Mulailah dari diri sendiri, lalu ajak tetangga, teman, dan saudara di sekitar kita. Meskipun ini langkah kecil dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Klaten Tengah, jika dilakukan bersama-sama, kita bisa membantu mengatasi masalah darurat sampah di Kabupaten Klaten,” ujar Emma

Didukung Penuh Pemerintah Setempat
Aksi nyata yang diinisiasi oleh organisasi wanita ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kecamatan Klaten Tengah. Camat Klaten Tengah, Ismed Basuki Cahyono, yang turut hadir dalam acara tersebut, meminta agar seminar ini tidak berhenti sebagai wacana saja, melainkan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok praktek.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Ismed bahkan menyatakan kesiapannya untuk membantu aspek hilir atau pemasaran dari produk yang dihasilkan kelak.
”Saya sangat mendukung kegiatan ini. Nanti pupuk kompos hasil produksi ibu-ibu WKRI, saya siap bantu memasarkannya,” tegas Ismed Basuki di hadapan para peserta.
Melalui sinergi antara komunitas penggerak lingkungan dan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu melahirkan kemandirian pengelolaan sampah di tingkat keluarga. Selain mengurangi beban pencemaran lingkungan, program pembuatan kompos ini juga membuka peluang bernilai ekonomi bagi para ibu rumah tangga di Klaten. (Benneo)
