CKG TB Diperluas, Klaten Baru Temukan 928 Kasus dari Target 2.310

 

INTERESTNEWS — KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui program Cek Kesehatan Gratis Tuberkulosis (CKG TB). Salah satunya dilaksanakan di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan tersebut menyasar masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar TBC. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus mencegah penularan penyakit TBC di tengah masyarakat.

Nuning menjelaskan, pelaksanaan CKG TB di Desa Jebugan menyasar sekitar 100 orang. Secara keseluruhan, kegiatan serupa akan diperluas ke 120 desa atau lokasi fokus di Kabupaten Klaten.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan CKG TBC yang dianggarkan dari Kementerian Kesehatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah 100 orang di Kabupaten Klaten. Total ada 120 desa atau lokasi yang akan dilakukan kegiatan serupa,” ujar Nuning.

Menurutnya, pemeriksaan di Desa Jebugan dilakukan lebih lengkap. Warga tidak hanya menjalani pemeriksaan X-ray atau rontgen, tetapi juga pemeriksaan klinis untuk mendeteksi gejala TBC serta pemeriksaan kesehatan lainnya.

“Untuk Desa Jebugan dilakukan pemeriksaan ekstra. Selain pemeriksaan X-ray, juga dilakukan pemeriksaan klinis TBC kemudian pemeriksaan kesehatan yang lain,” jelasnya.

Apabila hasil skrining menunjukkan adanya warga yang masuk kategori terduga TBC, pemeriksaan akan dilanjutkan untuk memastikan diagnosis. Salah satunya melalui pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab TBC.

“Jika ditemukan ada terduga TBC maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, bisa dilakukan dengan pemeriksaan dahak dengan TCM untuk penegakan diagnosis bakteriologisnya,” ungkap Nuning.

Bahkan, jika gejala klinis dan hasil rontgen sudah menunjukkan indikasi kuat mengarah pada TBC, penanganan dapat segera diberikan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan medis.

BACA JUGA:  Gerakan Serentak PSN Desa Pereng Klaten, Babinsa Prambanan Ajak Warga Cegah DBD

Penemuan Kasus Baru 40 Persen

Nuning mengatakan, pelaksanaan CKG TB dilakukan karena ditemukan kasus TBC di suatu wilayah. Pemeriksaan kemudian diarahkan terutama kepada kontak serumah, kontak erat, serta kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi.

“Kenapa dinamakan CKG TB? Karena ada satu kasus di satu wilayah. Kita lakukan cek kesehatan gratis untuk melakukan screening kepada kontak rumah atau kontak erat dan juga kelompok risiko lainnya,” terangnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat penderita TBC yang belum ditemukan dan belum mendapatkan pengobatan masih berpotensi menjadi sumber penularan.

Di Kabupaten Klaten sendiri, perkiraan target kasus TBC mencapai 2.310 kasus. Namun hingga Rabu (26/8/2026), kasus yang telah ditemukan dan tercatat dalam sistem informasi tuberkulosis baru sebanyak 928 kasus, atau sekitar 40 persen dari target.

“Di Kabupaten Klaten sendiri kita punya target kasus yang diperkirakan ada sebanyak 2.310. Sampai hari ini, catatan di sistem informasi tuberkulosis kami baru menemukan 928 atau baru 40 persennya,” ujarnya.

Nuning menilai capaian tersebut masih cukup jauh dari target. Menurutnya, semakin banyak kasus yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang memutus rantai penularan TBC.

“Angka ini memang masih jauh dari target. Ketika orang-orang dengan TBC belum ditemukan dan masih ada di masyarakat, berarti masih bisa menjadi sumber penularan,” tegasnya.

Warga Diminta Tidak Menunggu Sakit Berat

Masyarakat juga diminta tidak menunggu munculnya keluhan berat untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, baik berdahak maupun tidak, penurunan nafsu makan dan berat badan, keringat pada malam hari, serta sesak napas.

Terlebih bagi masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu segera dilakukan.

BACA JUGA:  Kemenkes : Varian Baru COVID-19 XXB dan BQ.1 Meningkat di Indonesia

Nuning mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

“Harapannya masyarakat, ayo monggo cek kesehatan gratis. CKG sendiri memang pasti ada skrining TBC di dalamnya,” ajaknya.

Ia menambahkan, TBC tidak mengenal musim. Namun, perubahan kondisi tubuh pada musim tertentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga kuman TBC yang sebelumnya dalam kondisi dorman dapat kembali aktif.

“TBC tidak tergantung dari musim. Hanya mungkin ketika musim penghujan atau kemarau daya tahan tubuh lemah, kuman TBC yang dorman bisa aktif,” jelasnya.

Melalui perluasan scrining, pemeriksaan kontak erat, deteksi dini, serta pengobatan hingga tuntas, Pemkab Klaten berharap semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani.

Program CKG TB di Desa Jebukan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sekaligus mendorong capaian penemuan kasus agar semakin mendekati target 2.310 kasus dan menekan potensi penularan TBC di masyarakat.

(Sino)

Mari Bagikan