INTERESTNEWS, — SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan amanah pelayanan publik yang wajib dijalankan dengan profesionalisme dan integritas tinggi. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Penatausahaan Keuangan di Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga Tahun 2026 di Ruang Kaloka, Gedung Setda, Senin (11/5/2026).
Acara yang mengusung tema “Menuju Tertib Pajak, Rekonsiliasi, dan Apresiasi Kepatuhan Perpajakan” ini diinisiasi oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Salatiga. Forum ini dihadiri oleh jajaran penting, termasuk Sekretaris Daerah, Kepala KPP Pratama, serta para Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dan Bendahara Pengeluaran se-Kota Salatiga.
Integritas dan Adaptasi Digital
Dalam arahannya, Wali Kota Robby memberikan apresiasi kepada para pengelola keuangan yang telah menjaga ketertiban administrasi. Ia menekankan bahwa kepatuhan pajak di lingkup pemerintah daerah adalah cerminan dari kedisiplinan birokrasi dan indikator utama tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Menghadapi kompleksitas regulasi saat ini, Robby meminta seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola keuangan untuk:
• Lebih Adaptif: Tanggap terhadap perubahan aturan dan sistem.
• Akselerasi Digitalisasi: Mengoptimalkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
• Meningkatkan Kompetensi: Terus mengasah ketelitian guna menghindari kesalahan administratif.
Apresiasi bagi Perangkat Daerah Berprestasi
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan atas komitmen kepatuhan perpajakan kepada sejumlah instansi:
1. BPKPD Kota Salatiga: Penghargaan Konsistensi Kepatuhan Terbaik Tahun 2026.
2. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR): Penghargaan Tax Collection Rate Tertinggi Tahun 2025.
3. Dinas Pendidikan: Penghargaan Kepatuhan Formal Terbaik Tahun 2025.
Memperkuat Sinergi Perencanaan dan Pelaporan
Plt. Kepala BPKPD Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, melaporkan bahwa pembinaan ini diikuti oleh 93 peserta. Tujuan utamanya adalah memperkuat pemahaman mengenai penatausahaan keuangan serta memastikan implementasi digitalisasi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
“Melalui forum ini, kami berharap seluruh perangkat daerah dapat membangun budaya tertib pajak mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan, serta mengoptimalkan rekonsiliasi data agar tidak terjadi kesalahan berulang,” ujar Agung.
Dengan adanya pembinaan ini, Pemkot Salatiga berkomitmen untuk terus mewujudkan pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, dan efisien demi peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
(Sino)
