INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga mengambil langkah besar dalam memperkuat pilar sosial dan ekonomi daerah. Bertempat di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (06/05/2026), Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., secara resmi membuka tiga agenda krusial: Workshop Jambore Pemuda, Pelatihan Tata Kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), dan Peluncuran Program Inovasi Daerah.
Dalam arahannya, dr. Robby menekankan bahwa masa depan Salatiga sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam menyatukan potensi pemuda dengan penguatan ekonomi kerakyatan yang modern.
“Jambore Pemuda Jawa Tengah 2026 harus menjadi momentum strategis. Kita ingin pemuda Salatiga tidak hanya berkumpul, tapi melahirkan gagasan solutif yang nyata bagi kemajuan daerah,” tegas Wali Kota.
Modernisasi Koperasi dan Ekonomi Lokal
Selain fokus pada pemuda, penguatan sektor koperasi menjadi prioritas dalam kegiatan ini. Sebanyak 30 pengurus KKMP se-Kota Salatiga dibekali pelatihan tata kelola untuk mendorong transformasi koperasi menjadi lembaga yang lebih adaptif.
Wali Kota berharap koperasi di Salatiga mampu naik kelas dan berdaya saing dalam meningkatkan pemerataan kesejahteraan. Sejalan dengan itu, aspek kemitraan bisnis seni lokal juga menjadi sorotan untuk memperkuat identitas ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.
Inovasi Pelayanan Publik
Momen istimewa terjadi saat peluncuran sepuluh inovasi daerah yang diinisiasi oleh para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator. Inovasi-inovasi ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien.
“Kemajuan daerah memerlukan sinergi dan kolaborasi pemuda yang inovatif serta koperasi yang kuat. Saya ucapkan selamat atas launching inovasi hari ini. Semoga bermanfaat bagi peningkatan pelayanan masyarakat,” tambah dr. Robby.
Rincian Kegiatan
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai elemen:
• 129 Pemuda disiapkan untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
• 30 Pengurus KKMP fokus pada manajemen dan kemitraan bisnis.
• 10 Peserta Diklat PKA menyumbangkan proyek perubahan melalui inovasi daerah.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pemuda, dan sektor koperasi, Kota Salatiga optimis dapat mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di kancah regional maupun nasional.
(Sino)
