INTERESTNEWS, — SALATIGA – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui penguatan program unggulan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Sebagai langkah strategis di tahun 2026, TP PKK menyelenggarakan Sosialisasi Perubahan Perilaku Program Genting yang bertempat di Gedung Merah Putih, Kecamatan Sidomukti, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua asuh dari seluruh wilayah Kota Salatiga, kader penggerak, serta jajaran terkait yang menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting.
Fokus pada Pendampingan Berkelanjutan
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan program Genting tidak hanya diukur dari pemberian bantuan materi semata. Ia menekankan pentingnya intervensi yang searah dan konsisten.
“Program Genting pada dasarnya adalah untuk menciptakan perubahan nyata dalam kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, khususnya yang berisiko atau mengalami stunting. Melalui program ini, anak-anak sasaran mendapatkan asupan gizi yang seimbang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hingga tumbuh kembangnya optimal melalui intervensi yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Ny. Retno.
Mendorong Kesadaran Masyarakat
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Salatiga, Pudjaningrum, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para orang tua dan kader dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola asuh dan pola makan yang benar.
“Kami berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan stunting, mendorong perubahan perilaku bersih dan sehat, serta memperkuat peran kader PKK dalam melakukan edukasi dan pendampingan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Pendekatan Psikologis dalam Perubahan Perilaku
Ada yang menarik dalam sosialisasi kali ini, yakni dilibatkannya pakar psikologi untuk membedah hambatan perubahan perilaku di masyarakat. Hadir sebagai narasumber, Kuriake Kharismawan, M.Si., Psikolog, yang merupakan Ketua Center for Trauma Recovery Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata.
Dalam paparannya, Kuriake menjelaskan bahwa kunci pencegahan stunting seringkali dimulai dari kesiapan mental dan perubahan kebiasaan kecil di tingkat rumah tangga. Pendekatan psikologis dianggap krusial agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh keluarga sasaran tanpa merasa tertekan.
Melalui sinergi antara bantuan gizi, pendampingan kader, dan edukasi psikologis ini, Pemerintah Kota Salatiga optimis target penurunan angka stunting nasional dapat tercapai dengan lebih efektif di tingkat daerah.
(Sino)
