INTERESTNEWS, – KLATEN, – Yayasan Amina Mulia Indonesia menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan yang khidmat di Kompleks Masjid Al Munawaroh, Pesantren Nurul Kalam, Klaten, Minggu (1/2/2026).
Mengangkat tema “Merawat Iman, Menjaga Hati, Menumbuhkan Empati”, acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan spiritual yang bertujuan mempererat ukhuwah serta meringankan beban sesama.
Rangkaian acara dibuka dengan prosesi Khatmil Qur’an oleh para santri Pesantren Nurul Kalam, disusul dengan pelaksanaan Haul Eyang Nitikromo. Sosok mendiang Eyang Nitikromo merupakan figur sentral yang menginspirasi berdirinya Pesantren Nurul Kalam, yang semasa hidupnya dikenal sebagai rujukan solusi dan pengayom bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Komitmen Kepedulian Sosial
Sebagai wujud nyata dari nilai empati yang diusung, Yayasan Amina Mulia Indonesia mendistribusikan bantuan sosial secara masif kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 1.200 paket sembako disalurkan kepada kaum duafa dan fakir miskin di lima desa sekitar, meliputi Desa Karangpakel, Ngemplak, Kalikotes, Krakitan, serta wilayah Kebayanan, Gantiwarno, dan Wedi. Selain sembako, yayasan juga memberikan santunan tunai kepada 100 anak yatim piatu.
Apresiasi bagi Pejuang Agama
Momen paling mengharukan dalam acara tersebut adalah pemberian hadiah umrah kepada Bapak Widodo, seorang marbot setia di Masjid Al Munawaroh. Keputusan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas ketulusan Bapak Widodo yang di masa lalu merelakan seluruh tabungan umrah miliknya dan mendiang istrinya untuk disumbangkan sepenuhnya pada pembangunan masjid di Dukuh Menyono.
Widodo dijadwalkan berangkat ke tanah suci didampingi oleh Bendahara Yayasan, Suryadi. Kesempatan ini juga dimaksudkan agar Widodo dapat melaksanakan badal umrah bagi almarhumah istrinya, menunaikan niat mulia yang sempat tertunda demi kemaslahatan umat.
Ajakan Menumbuhkan Empati
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Amina Mulia Indonesia, H. Ponidi, SM., didampingi Pembina Yayasan, Bambang Tri Mulyono, ST., menekankan pentingnya peran serta kaum agniya (golongan mampu) dalam membantu masyarakat sekitar.
”Menjelang Ramadan, mari kita tata hati dan tingkatkan empati. Jika kita tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Jika belum bisa membantu beberapa, setidaknya bantulah satu orang di sekitar kita,” ujar H. Ponidi.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Amina Mulia Indonesia berharap dapat memantik semangat kepedulian kolektif sehingga kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
(Benneo)
