INTERESTNEWS, – KLATEN – Keluarga besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten bersama Korpri Kabupaten Klaten menyelenggarakan perayaan Natal bersama yang penuh khidmat dan semangat kebersamaan pada Kamis (8/1/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus meneguhkan visi Klaten sebagai pusat layanan kesehatan unggulan.
Simbol Toleransi dan Keharmonisan
Dalam sambutannya, Bupati Klaten, Hamenang Fajar Ismoyo, S.I.Kom, mengapresiasi kerukunan yang terjaga erat di wilayahnya. Beliau menekankan bahwa Klaten merupakan cermin toleransi nasional, yang dibuktikan dengan raihan Juara 1 Nasional Harmony Award.
“Klaten adalah contoh sukses toleransi sejak masa lalu, dengan berdirinya Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan secara berdampingan. Keharmonisan ini harus kita rawat bersama,” ujar Bupati Hamenang. Beliau juga membagikan kisah personal mengenai keberagaman di keluarganya sebagai bukti nyata indahnya hidup berdampingan dalam perbedaan keyakinan.
Apresiasi Tenaga Kesehatan dan Makna Natal
Ketua Paguyuban Kristiani Dinkes Klaten, dr. Anggit, menyampaikan bahwa Natal tahun ini dimaknai sebagai kelahiran Yesus Kristus yang memperbarui iman para tenaga kesehatan untuk terus mengabdi bagi masyarakat. Perayaan ini dihadiri oleh jajaran Dinkes, Puskesmas, serta perwakilan dari empat rumah sakit (RS Cakra, RSJ Soedjarwadi, RS Bagas Waras, dan RS Balqis).
Senada dengan hal tersebut, Bupati Hamenang menghubungkan tema Natal “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan dedikasi para tenaga kesehatan. “Rekan-rekan medis adalah garda terdepan yang hadir untuk menyelamatkan keluarga-keluarga di Klaten melalui pelayanan kesehatan yang ikhlas,” tambahnya.
Visi Strategis: Klaten Menuju “Hospital Tourism”
Salah satu poin menarik dalam acara tersebut adalah gagasan Bupati untuk mengembangkan Hospital Tourism (Wisata Rumah Sakit) di Kabupaten Klaten. Mengingat posisi strategis Klaten yang dikelilingi berbagai rumah sakit berkualitas serta biaya hidup yang jauh lebih terjangkau dibandingkan kota besar seperti Jakarta atau luar negeri (Penang), Klaten dinilai sangat potensial bagi pasien penyakit kronis yang membutuhkan masa pemulihan (recovery) lama.
Aksi Sosial dan Harapan Tahun 2026
Selain perayaan spiritual, acara ini juga merencanakan aksi kemanusiaan. Meski donasi bencana alam rutin dilakukan melalui instansi masing-masing, hasil persembahan dari perayaan Natal kali ini akan dialokasikan khusus untuk bakti sosial pada kegiatan Paskah mendatang.
Acara ditutup dengan doa bersama agar Kabupaten Klaten senantiasa aman dari bencana, terutama mengingat lokasinya yang berada di lereng Gunung Merapi. Melalui semangat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, seluruh jajaran kesehatan diharapkan dapat terus meningkatkan standar pelayanan medis demi kemajuan masyarakat Klaten.
(Sino)
