INTERESTNEWS, – KLATEN – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Klaten. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jetis secara resmi memulai operasionalnya di Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, pada Jumat (9/1/2026). Langkah ini menandai dimulainya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk wilayah tersebut.
Pada hari pertama peluncurannya, sebanyak 1.120 porsi makanan telah didistribusikan kepada siswa di dua sekolah menengah atas, yakni SMA Negeri 2 Klaten dan SMA Kartika.
Penyaluran Dilakukan Secara Bertahap
Ibu Marli, mitra pelaksana sekaligus pemilik dapur produksi, menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat saat ini merupakan tahap awal sebagai bagian dari strategi adaptasi operasional.
“Untuk minggu depan jumlahnya masih di angka 1.120 siswa. Kami melakukannya secara berjenjang untuk melatih kesiapan karyawan dan sumber daya manusia di lapangan sebelum nantinya naik ke target tiga ribu porsi,” ujar Ibu Marli.
Di bawah naungan Yayasan Pemuda Cawas, program ini tidak hanya fokus pada distribusi nutrisi, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar Desa Jetis dalam proses produksi.
Standar Keamanan Pangan dan Sertifikasi Ketat
Kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Seluruh proses produksi telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikat Halal. Ke depannya, dapur produksi juga ditargetkan memiliki sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
“Dapur baru wajib lulus SLHS sebelum running. Kami berkomitmen menyajikan menu yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan bisa diakomodir sesuai masukan siswa agar program ini tepat sasaran,” tambahnya.
Manajemen Profesional dan Fleksibilitas Program
Operasional harian SPPG Jetis dikelola oleh tim profesional yang terdiri dari:
Mas Maulana: Kepala Dapur (SPPI).
Mas Arif: Ahli Gizi (memastikan kandungan nutrisi).
Mbak Ana: Bagian Akuntansi dan Administrasi.
47 Relawan: Tenaga kerja pendukung untuk mencapai target 3.000 porsi.
Menariknya, program ini dirancang sangat fleksibel. Saat masa libur semester, bantuan tidak dihentikan, melainkan diganti dengan paket makanan kering yang dikirimkan dua kali dalam seminggu. Pihak sekolah juga diberikan keleluasaan untuk meminta menu makanan kering jika sedang mengadakan kegiatan luar sekolah seperti kunjungan industri.
Menuju Generasi Emas Indonesia
Koordinator Yayasan Pemuda Cawas, Maulana, menekankan bahwa kehadiran SPPG di Jetis adalah bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Ini bukan sekadar pemberian makanan gratis. Ini adalah layanan gizi terintegrasi untuk menyiapkan generasi emas Indonesia melalui asupan nutrisi yang berkualitas,” pungkasnya.
(Sino)
