Pramuka Klaten Sukses Gelar Jota-Joti 2026, 1.917 Anggota Antusias Ikuti Pelatihan Komunikasi Radio

 

INTERESTNEWS, — ​KLATEN — Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Jamboree on the Air dan Jamboree on the Internet (Jota-Joti) di Kantor Kwarcab Jalan Pramuka Klaten Berlangsung selama tiga hari (16 – 18 ) Oktober 2026,

Staf Kwarcab Klaten, Heri Siswanto, menjelaskan bahwa Jota-Joti merupakan agenda tahunan penting yang berada di bawah pembinaan bidang bina muda. Meskipun berada di bawah pembinaan bina muda, pelaksanaannya secara teknis dikoordinasikan langsung oleh Dewan Kerja Cabang (DKC).

​”Kegiatan Jota-Joti ini di bawah bidang Bina Muda, tetapi yang mengurus adalah adik-adik Dewan Kerja. Tugasnya melakukan komunikasi untuk kelancaran acara,” ujar Heri Siswanto.

​Dalam pelaksanaannya, Kwarcab Klaten tidak berjalan sendiri. Heri menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama strategis selama beberapa tahun terakhir dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari). Kehadiran Orari sangat membantu dalam menyediakan narasumber ahli di bidang komunikasi radio, mengingat tidak semua anggota pramuka memiliki keahlian khusus dalam berkomunikasi menggunakan perangkat radio amatir.

​Melalui sinergi yang kuat antara Kwarcab, Dewan Kerja, dan Orari ini, diharapkan penyelenggaraan Jota-Joti di Klaten dapat berjalan lancar, edukatif, serta mampu meningkatkan wawasan teknologi dan komunikasi bagi generasi muda Pramuka Klaten.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para anggota Pramuka di wilayah Klaten.

​Hal tersebut disampaikan oleh narasumber sekaligus penggerak kegiatan, Marsito call sign YC2S GA saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

​”Alhamdulillah, untuk Klaten itu sejumlah kurang lebih 1.900-an. Yang mendaftar 2.035 sekian, tapi yang hadir 1.917. Jadi daripada tahun lalu hanya 850 peserta,” ujar Marsito.

BACA JUGA:  Pererat Silaturahmi, ORARI Lokal Klaten Boyong Juara 1 NCS pada Family Gathering Ke-14 DIY–Jateng di Gunungkidul

​Ia menjelaskan bahwa kegiatan Jota-Joti ini merupakan bentuk kolaborasi antara Gerakan Pramuka Nasional melalui tiap cabang dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Jota sendiri menggunakan perangkat radio langsung baik VHF, HF, maupun penambahan gateway yang mengkolaborasikan internet dengan VHF lokal, sementara Joti sepenuhnya menggunakan sarana internet.

​”Jadi nanti yang Joti itu intinya menggunakan internet, terus kalau yang Jota itu menggunakan pesawat langsung, ada yang pakai 2 meter VHF, ada yang menggunakan HF,” jelasnya.

​Gunakan Call Sign Khusus dari ORARI Pusat
​Dalam pelaksanaan di Klaten, Kwarcab Klaten mengerahkan call sign khusus yang diterbitkan oleh ORARI Pusat. Marsito menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan dua stasiun utama guna mengakomodasi jumlah peserta yang membludak.

​”Karena kami yang di Kwarcab Klaten itu kalau saya jadikan satu tidak muat kan, saya harus mencarikan call sign khusus. Call sign yang di Kwarcab itu Yankee Hotel To Alpha Kilo Juliet (YH2AKJ). Terus stasiun yang kedua call sign Yangkee Hotel To Alpha Kilo Juliet Alpha saya arahkan ditempatkan di Kwartir Ranting Klaten Utara,” ungkap Marsito.

​Solusi Komunikasi di Wilayah Pegunungan
​Lebih lanjut, Marsito menekankan pentingnya pelatihan komunikasi radio bagi para anggota Pramuka. Penggunaan perangkat Handy Talky (HT) dinilai lebih efektif dan diandalkan, terutama ketika kegiatan kepramukaan dilakukan di daerah pegunungan yang kerap mengalami kendala sinyal seluler.

​”Apabila mereka mengadakan kegiatan kepramukaan, entah itu perkemahan atau apa, kami sarankan harus menggunakan sinyal yang bisa lebih baik saya arahkan untuk menggunakan HT, untuk lebih nyaman yang mana nanti bisa digunakan di mana tempat,” terangnya.

 

​Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan sesaat, tetapi juga memotivasi para peserta untuk mendalami dunia telekomunikasi dan bergabung menjadi anggota ORARI.

BACA JUGA:  Dinsos P3APPKB Gelar Koordinasi Lintas Sektoral, Perkuat Layanan bagi PPKS

​”Harapannya, anak-anak bisa ikut menjadi anggota ORARI. terus yang kedua nanti anak-anak itu bisa mengembangkan telekomunikasi, khususnya di bidang radio,” imbuhnya.

​Jota-Joti yang digelar selama tiga hari ini resmi ditutup pada minggu sore tanggal 18 oktober 2026. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan operasional kepramukaan di tingkat cabang, para anggota ORARI turut menyerahkan kenang-kenangan berupa perangkat HT kepada Waka Bina Muda Kwarcab Klaten, Muhammad Nurzaini.

​”Saya serahkan kenang kenangan perangkat HT kepada Muhammad Nurzaini selaku waka bina muda untuk dipergunakan untuk kegiatan anak-anak Dewan Kerja Cabang kalau ada kegiatan,” pungkas Marsito.
(Benneo)

Mari Bagikan