Soroti Darurat Sampah Perkotaan, ADEKSI Gelar Rakernis I Nasional 2026 di Salatiga

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) resmi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) I Nasional Tahun 2026 di Wahid Prime Hotel, Kota Salatiga, pada Kamis (11/6/2026). Mengusung tema krusial “Tata Kelola Sampah Perkotaan”, forum berskala nasional ini dihadiri oleh ratusan anggota DPRD dari 93 kota di seluruh Indonesia untuk merumuskan solusi konkret atas persoalan persampahan yang kian kompleks.

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin. Suasana pembukaan juga diperhangat dengan pembacaan puisi yang syahdu oleh Adik Suluh.

Sampah Bukan Lagi Sekadar Masalah Kebersihan

Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terpilihnya Kota Salatiga sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan riil yang dihadapi hampir seluruh wilayah perkotaan di Indonesia saat ini.

> “Persoalan sampah tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebersihan, tetapi telah menjadi isu multidimensi yang menyangkut lingkungan, kesehatan masyarakat, sosial, tata ruang, dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Robby.

Lebih lanjut, Robby menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya penguatan regulasi dan penganggaran dari DPRD. Ia juga mengingatkan bahwa solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan memperluas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau menambah armada pengangkut.

“Kunci utamanya ada pada perubahan perilaku masyarakat, pengurangan sampah dari sumbernya, dan pembangunan sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Aksi Nyata: Zero Plastic dan Jalan Kaki ke TPA

Ketua Umum ADEKSI sekaligus Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., menekankan bahwa komitmen terhadap lingkungan harus dimulai dari tindakan nyata di dalam forum. Sebagai bukti, seluruh rangkaian Rakernis ini menerapkan kebijakan ketat bebas plastik sekali pakai. Panitia tidak menyediakan air minum kemasan, sehingga seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi dan memanfaatkan fasilitas isi ulang yang tersedia.

BACA JUGA:  Solusi Sampah dan Dampak Exit Tol Jadi Fokus dalam "Curhat Bareng Mas Wali"

“Ini bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk tanggung jawab yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegas Dance.

Tak hanya itu, pada hari kedua pelaksanaan, ratusan peserta dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan ke TPA Kota Salatiga dengan berjalan kaki. Agenda jalan kaki ini dipilih sebagai simbol kebersamaan sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar.

Dorong Regulasi dan Tanggung Jawab Produsen

Selain menjadi ruang berbagi praktik baik (best practice), Rakernis I ADEKSI 2026 ini juga ditargetkan menghasilkan draf petunjuk teknis (juknis) strategis. Juknis tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di tingkat daerah, termasuk mendorong regulasi yang menuntut tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan yang mereka hasilkan (Extended Producer Responsibility).

“Persoalan sampah hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang berani dan berkomitmen. Kita sedang berupaya mengubah kebiasaan lama, karena itu diperlukan keberanian, kerja sama, dan kebijakan yang kuat,” pungkas Dance.

Untuk mematangkan poin-poin rekomendasi nasional tersebut, Rakernis ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, serta mantan Bupati Banyumas yang dinilai sukses memangkas volume sampah melalui inovasi pengelolaan berbasis masyarakat.

(Sino)

Mari Bagikan