Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Wali Kota Salatiga Serahkan BLT DBHCHT Tahap II kepada 393 Buruh Rokok

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahap II Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial bagi para pekerja sektor padat karya. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., kepada buruh pabrik rokok di PT Agric Amarga Jaya, Senin (27/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan menegaskan bahwa BLT DBHCHT merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja di sektor industri hasil tembakau.

“BLT-DBHCHT merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja di sektor pertembakauan,” ujar Robby.

Pada Tahun 2026, Pemerintah Kota Salatiga mengalokasikan anggaran DBHCHT sebesar Rp300 juta untuk program perlindungan sosial. Pada penyaluran tahap kedua ini, bantuan diberikan kepada 393 buruh pabrik rokok ber-KTP Kota Salatiga yang bekerja di PT Agric Amarga Jaya.

Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600.000 untuk alokasi dua bulan. Dana tersebut disalurkan secara bertahap melalui rekening tabungan bekerja sama dengan Bank Jateng Cabang Salatiga.

Pemerintah Kota Salatiga berharap penyaluran bantuan ini dapat berlangsung tepat sasaran, tepat waktu, transparan, dan akuntabel. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan dan daya beli buruh, program ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, perbankan, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program perlindungan sosial.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agric Amarga Jaya, Bunyati, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Salatiga atas perhatian yang diberikan kepada para pekerja industri hasil tembakau.

Menurutnya, PT Agric Amarga Jaya saat ini mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan, yang sebagian besar merupakan perempuan. Selain bekerja di perusahaan, mereka juga memiliki peran penting sebagai ibu rumah tangga dan penopang ekonomi keluarga.

BACA JUGA:  Retno Robby Hernawan : "Media Sosial dan Game Online Ancaman Serius Bagi Tumbuh Kembang Anak"

Sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan pekerja, perusahaan menyediakan berbagai fasilitas dan perlindungan, di antaranya cuti melahirkan, layanan klinik kesehatan di lingkungan kerja, tunjangan menyusui, hingga program pembekalan kewirausahaan bagi karyawan.

“Kami percaya kolaborasi ini akan memperkuat perlindungan bagi dunia usaha dan tenaga kerja, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Salatiga maupun Indonesia,” pungkas Bunyati.

(Sino)

Mari Bagikan