INTERESTNEWS, — SALATIGA – Rangkaian Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 resmi dimulai di Kota Salatiga, Kamis (23/7/2026). Pembukaan kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti para wali kota dan Ketua Tim Penggerak PKK se-Komwil III APEKSI sebagai simbol kebersamaan dan penguatan kolaborasi antardaerah.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa APEKSI bukan sekadar forum bertukar ide, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarkota melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Mari jadikan semangat kebersamaan APEKSI sebagai energi untuk memperkuat kolaborasi antarkota, tidak hanya dalam forum, tetapi juga melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama berkomitmen mewujudkan kota yang hijau, bersih, dan berkelanjutan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, serta pelestarian ruang terbuka hijau,” ujar Robby.
Suasana semakin semarak saat sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga menampilkan drama dan medley lagu dolanan anak. Penampilan tersebut sukses mencatatkan Rekor Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) sebagai pertunjukan medley lagu dolanan anak dengan peserta anak PAUD/TK terbanyak.
Ketua TP PKK Kota Salatiga sekaligus Bunda PAUD Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, formasi tarian yang dibawakan anak-anak membentuk angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga.
“Hari ini Kota Salatiga berhasil memecahkan rekor dengan melibatkan 1.759 anak dalam pertunjukan tari dan nyanyi. Formasi tarian mereka juga membentuk angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga. Harapannya, anak-anak kita tidak hanya tumbuh cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta mencintai budaya, sejarah, dan lingkungan,” tuturnya.
Setelah senam bersama, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan penanaman pohon tabebuya sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pada kesempatan itu juga diserahkan cinderamata berupa bibit anggrek kepada para tamu sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam mendukung program Salatiga Sejuta Anggrek.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Salatiga tidak hanya memperkuat sinergi antarkota dalam forum APEKSI, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, penguatan pendidikan karakter anak, dan pelestarian budaya lokal.
(Sino)
