INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Biopori (RATU NGEBOR) Salatiga Lestari. Gerakan tersebut diluncurkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, di Lapangan Kembangarum, Kecamatan Sidomukti, Jumat (4/9/2026).
RATU NGEBOR menjadi langkah Pemkot Salatiga dalam memperkuat penanganan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Gerakan ini sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi sederhana dan berkelanjutan.
Robby mengatakan, penanganan sampah harus dilakukan dari hulu, salah satunya dengan mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga yang mencapai sekitar 70 persen. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemilahan sampah serta pembuatan lubang biopori secara mandiri di lingkungan rumah.
Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kepedulian dan aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan.
“Sedikit apa pun aksi yang kita perbuat untuk kebersihan lingkungan akan sangat berarti ketimbang banyak bicara tanpa aksi,” tegas Robby.
RATU NGEBOR dikembangkan sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan TP PKK, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kewilayahan, BAZNAS, masyarakat, hingga warga negara asing (WNA) yang turut menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan Kota Salatiga.
Selain RATU NGEBOR, Robby juga mewacanakan program SAWER SATE (Satu RT Satu TEBA/Resapan) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan berbasis wilayah.
Sementara dari sisi hilir, Pemkot Salatiga berkomitmen menghentikan sistem open dumping di TPA Ngronggo. Melalui konsultasi dengan konsultan ahli dan penerapan teknologi khusus, timbunan sampah di lahan sekitar lima hektare tersebut ditargetkan dapat ditangani secara bertahap dalam dua tahun ke depan.
Setelah penanganan timbunan sampah selesai, kawasan tersebut direncanakan direklamasi dan dimanfaatkan kembali sebagai fasilitas publik.
Libatkan Keluarga dan Generasi Muda
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengapresiasi kolaborasi Pokja 4 PKK, Dinas Lingkungan Hidup, DP3APPKB, Forum Anak, dan Duta Genre dalam mendukung pelaksanaan RATU NGEBOR.
Menurut Retno, keterlibatan generasi muda menjadi energi positif sekaligus investasi bagi masa depan Kota Salatiga. Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam pengolahan sampah organik, termasuk mengolahnya menjadi kompos.
“Kehadiran generasi muda menjadi energi positif bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab hari ini, melainkan investasi bagi masa depan Kota Salatiga,” ujarnya.
Retno menambahkan, keberhasilan RATU NGEBOR tidak semata-mata diukur dari jumlah lubang biopori yang berhasil dibuat. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian keluarga dan kesadaran masyarakat sehingga menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan RATU NGEBOR tidak hanya diukur dari berapa banyak lubang biopori yang berhasil dibuat, tetapi yang jauh lebih penting adalah seberapa banyak keluarga yang peduli terhadap lingkungannya dan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan ini sebagai kebiasaan baru,” tegasnya.
RATU NGEBOR akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kota hingga rumah tangga, dengan kegiatan rutin setiap bulan.
Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Salatiga, serta sejumlah unsur masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan Salatiga Sehat untuk Program RATU NGEBOR berupa dukungan untuk 250 titik biopori senilai Rp5 juta dari BAZNAS kepada TP PKK Kota Salatiga. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan biopori di salah satu rumah warga.
(Sino)
