INTERESTNEWS, — KLATEN — Jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gumulan menggelar perayaan Riyaya Undhuh-Undhuh yang dirangkaikan dengan Hari Raya Penunaian (HRP) serta Peresmian Pastori 2 (Rumah Tinggal Pendeta 2), Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kompleks GKJ Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan.
Acara ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur jemaat atas segala berkat dan hasil bumi yang diberikan Tuhan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarumat beragama serta memperkuat sinergi dengan unsur pemerintahan di wilayah Kabupaten Klaten.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Slamet, S.H., M.Si., Pendeta Wiwik Wulan, S.Si., M.A., Dandim 0723/Klaten yang diwakili Danramil 01/Kota Kapten Cba Budiono, serta Kapolres Klaten yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Desa Gumulan. Turut hadir pula Camat Klaten Tengah Ismet, perwakilan Camat Kalikotes Kliwon, Kepala Desa Gumulan, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar gereja.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Klaten, Slamet, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang kental dengan nuansa kebersamaan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan positif masyarakat yang mampu merajut persatuan.
“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kerukunan, dan menciptakan situasi wilayah yang aman serta kondusif. Kami akan selalu mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat positif dan membangun persatuan,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah bersama dan prosesi perayaan Hari Raya Penuaian. Setelah itu, dilakukan peresmian Pastori 2 GKJ Gumulan secara simbolis. Fasilitas rumah tinggal ini diresmikan sebagai sarana penunjang vital untuk memaksimalkan pelayanan gereja bagi pendeta maupun seluruh jemaat.
Kehadiran jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, serta tokoh lintas agama dalam acara ini menjadi bukti nyata terciptanya toleransi dan kondusifitas wilayah yang terjaga dengan baik di Klaten. Melalui momentum Riyaya Undhuh-Undhuh ini, diharapkan semangat gotong royong dan hubungan harmonis antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus langgeng demi mendukung pembangunan daerah.
(Sino)
