Peringati Hari Bumi 2026, Pemprov Jateng Dorong Transisi Energi dan Apresiasi Pengelolaan Sampah Salatiga

INTERESTNEWS, — KABUPATEN SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperingati Hari Bumi Tingkat Provinsi Tahun 2026 dengan menekankan pentingnya transisi energi dan penguatan ekonomi hijau. Acara yang digelar di Resort Horison Tlogo, Kabupaten Semarang, Rabu (13/05/2026) ini menjadi panggung apresiasi bagi daerah yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya Kota Salatiga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemprov Jateng terus berkomitmen memperluas pemanfaatan energi terbarukan. “Kami mendorong penggunaan energi surya, terutama di lingkungan perkantoran pemerintah. Langkah ini harus terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Salatiga Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

Dalam kesempatan tersebut, Wagub secara khusus memberikan apresiasi kepada Kota Salatiga. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Salatiga dinilai sukses membangun kesadaran kolektif dan regulasi yang matang terkait pengelolaan sampah.

Apresiasi ini diterima langsung oleh dr. Robby Hernawan yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan. Keberhasilan ini disebut sebagai buah kolaborasi solid antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

Capaian Energi Terbarukan dan Ekonomi Sirkular

Selain isu sampah, Pemprov Jateng juga memaparkan capaian signifikan di sektor energi:

• 2.331 Desa Mandiri Energi: Hingga tahun 2026, ribuan desa di Jateng telah mampu mengelola energinya sendiri.
• Program Minyak Jelantah: Inisiatif “Minyak Jelantah Menjadi Uang” terus diperkuat sebagai upaya mengubah limbah rumah tangga menjadi nilai ekonomi.
• Penghargaan GMP: Sembilan kabupaten/kota menerima penghargaan Good Mining Practice (GMP) atas keberhasilan pengelolaan Desa Mandiri Energi.

Kolaborasi Strategis Menuju Net Zero Emission

BACA JUGA:  Robby Hernawan: "Lomba MAPSI Jadi Investasi Karakter Generasi Muda Salatiga"

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng, Agus Sugiharto, menyatakan bahwa momentum Hari Bumi ini digunakan untuk memperkuat fondasi ekonomi hijau. Hal ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, mulai dari pemanfaatan limbah industri (Fly Ash dan Bottom Ash), riset bersama BRIN, hingga kolaborasi KKN tematik EBT bersama perguruan tinggi.

Rangkaian acara ditutup dengan workshop intensif yang membahas strategi percepatan transisi energi nasional menuju Net Zero Emission. Fokus utamanya adalah implementasi teknologi dalam pengelolaan sampah dan penguatan peran akademisi dalam inovasi energi terbarukan di Jawa Tengah.

(Sino)

Mari Bagikan