BPBD Klaten Perkuat Kesiapsiagaan di Cawas: Simulasi Banjir HKB 2026 Fokus pada Keselamatan Warga

 

INTERESTNEWS, — KLATEN – Menyongsong peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mengambil langkah proaktif dengan menggelar simulasi penanganan darurat banjir. Desa Japanan, Kecamatan Cawas, dipilih menjadi titik sentral latihan tahun ini sebagai upaya memantapkan slogan “Siap untuk Selamat.”

​Pemilihan Desa Japanan bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemetaan risiko yang dilakukan BPBD, wilayah Cawas merupakan salah satu zona paling rawan terdampak luapan air di Klaten.

​Membangun Insting Mitigasi

​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten, Hadi Susanto, menegaskan bahwa tujuan utama simulasi ini adalah menanamkan insting bencana kepada masyarakat.

​”Puncak simulasi akan kami gelar pada 26 April 2026. Kami ingin warga memiliki insting dan pengetahuan yang tepat saat bencana benar-benar terjadi. Ini bukan sekadar latihan, tapi upaya membangun kemandirian,” ujar Hadi usai Rapat Koordinasi di Kantor BPBD, Jumat (17/4).

​Sinergi Pentahelix dan Peran Vital Komunikasi

​Kegiatan ini menonjolkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Berbagai elemen mulai dari TNI/Polri, tenaga kesehatan, hingga organisasi relawan kemanusiaan seperti BAGANA, MDMC, MTA, PMI, dan Tagana dipastikan terlibat aktif.

​Satu aspek krusial yang diperkuat adalah jalur komunikasi darurat. ORARI Lokal Klaten melalui perwakilannya, Narwanto (YC2GRC), menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal alur informasi di lapangan. Penggunaan radio komunikasi dianggap vital untuk memastikan koordinasi tetap berjalan meski jaringan telekomunikasi umum terganggu saat bencana.

​Rangkaian Kegiatan Menuju 26 April

​BPBD Klaten telah menyusun agenda padat untuk menyemarakkan HKB 2026:

  • Edukasi Publik: Sosialisasi interaktif di area Car Free Day (CFD) Klaten guna menjangkau masyarakat umum melalui cara yang rekreatif.
  • Persiapan Teknis: Pendirian tenda pengungsian dan gladi bersih (Midodareni) di Desa Japanan pada malam 25 April.
  • Aksi Serentak: Pada hari puncak (26 April) pukul 10.00 WIB, warga diajak membunyikan tanda peringatan dini (kentongan/sirine) sebagai simbol kesiapsiagaan nasional.
BACA JUGA:  Angin Kencang Tumbangkan Pohon Santen di Bali, Desima Damanik Tewas

​Menuju Masyarakat Preventif

​Sejalan dengan visi BNPB sejak 2017, peringatan HKB di Klaten tahun ini bertujuan menggeser pola pikir masyarakat dari yang semula hanya reaktif (bertindak setelah terjadi bencana) menjadi preventif (melakukan pencegahan).

​Dengan simulasi yang terintegrasi ini, Kabupaten Klaten diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan hidrometeorologi, memastikan sistem komando yang solid, dan yang terpenting: menyelamatkan nyawa warga.

(Benneo)

Mari Bagikan