KRL Yogyakarta-Solo Terhenti Macet di Perlintasan Ceper, Arus Lalu Lintas Sempat Macet

 

INTERESTNEWS,– ​KLATEN – Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Solo-Yogyakarta mengalami kendala teknis hingga terhenti (macet) tepat di perlintasan Jalan Raya Ceper-Karangwuni, Sabtu (07/03) siang. Insiden yang terjadi di perbatasan Desa Dlimas dan Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Klaten ini sempat memicu kemacetan panjang bagi pengguna jalan selama kurang lebih 40 menit.
​Peristiwa bermula sekitar pukul 11.50 WIB saat rangkaian kereta yang melaju menuju arah Yogyakarta tiba-tiba berhenti di tengah perlintasan tersebut. Akibat posisi kereta yang melintang, akses jalan dari arah Pedan menuju Karangwuni maupun sebaliknya tertutup total.

Sejumlah pengendara yang tidak sabar menunggu memilih memutar balik kendaraan untuk mencari jalur alternatif melalui jalan pedesaan.
​Salah satu penumpang menceritakan bahwa situasi di dalam gerbong tetap terkendali meskipun fasilitas kelistrikan di kereta mati “Kejadiannya sekitar pukul 11.50 WIB. Selain berhenti, listrik dikereta juga mati, jadi beberapa penumpang membuka pintu untuk mencari udara segar, ” ungkapnya.
​Aparat dari Polsek Ceper dan Koramil segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu pengaturan lalu lintas bersama petugas PT KAI. Kapolsek Ceper, AKP Nahrowi, mengonfirmasi bahwa anggotanya langsung merapat untuk melakukan langkah antisipasi.
​”Anggota tadi langsung ke lokasi untuk pengamanan dan antisipasi kemacetan. Sekitar pukul 12.30 WIB, arus lalu lintas sudah kembali normal,” jelas AKP Nahrowi.

​Proses Evakuasi
Sekitar pukul 12.30 WIB, rangkaian KRL tersebut berhasil dievakuasi dengan ditarik mundur (ke arah Solo) menuju Stasiun terdekat Seluruh penumpang diturunkan di stasiun untuk dipindahkan ke rangkaian kereta lain guna melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.
​Pihak berwenang memastikan bahwa insiden ini tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta api (KA) jarak jauh lainnya karena jalur tetap dapat dilintasi secara bergantian. (Benneo)

Mari Bagikan
BACA JUGA:  Puncak arus balik lebaran 2024