Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Keluarga, Robby Dorong Kader PKK Jadi Penggerak P4GN

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Ketahanan keluarga dan kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Karena itu, Pemerintah Kota Salatiga mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mengambil peran lebih aktif sebagai penggerak edukasi dan pencegahan narkoba hingga tingkat keluarga, RT/RW, dan kelurahan.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., saat membuka Seminar Penyuluhan, Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi TP PKK se-Kota Salatiga di Ruang Kaloka, Selasa (3/11/2026).

Robby menegaskan, PKK memiliki posisi strategis karena mempunyai jaringan organisasi hingga tingkat bawah serta kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan narkoba membutuhkan gerakan bersama yang tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

“PKK menjadi salah satu andalan pemerintah dalam melaksanakan berbagai program. Saya berharap kader PKK turut mengambil peran nyata dalam pencegahan narkoba. Jangan sampai materi seminar ini berhenti di ruangan ini, tetapi teruskan kepada keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Robby juga mengingatkan bahwa perkembangan modus peredaran narkotika semakin kompleks. Pemanfaatan media sosial, aplikasi percakapan, transaksi daring, hingga penyamaran narkotika dalam produk tertentu, termasuk cairan vape, menjadi tantangan yang harus diwaspadai.

Kondisi tersebut menuntut orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta mengenali lingkungan pergaulan mereka.

PKK Harus Menjadi Agen Perubahan

Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, yang turut menjadi narasumber, mengajak seluruh kader PKK tidak sekadar memahami bahaya narkotika, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam pencegahannya.

BACA JUGA:  Semangat Melayani Salatiga BEDA, Wali Kota Robby Lantik 30 Pejabat dan Dirut BPR Bank Salatiga

Ia menekankan tiga langkah penting, yakni memperkuat edukasi dan komunikasi dalam keluarga, meningkatkan pengawasan serta kepedulian terhadap lingkungan, dan memperluas edukasi melalui gerakan masyarakat.

Menurut Retno, jaringan PKK yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat merupakan modal penting untuk memperluas jangkauan kampanye antinarkoba.

Kader dapat memanfaatkan berbagai kegiatan rutin sebagai sarana edukasi, mulai dari Dasawisma, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga forum kemasyarakatan lainnya.

Dengan demikian, kader PKK tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Retno juga mendorong keterlibatan aktif kader dalam mendukung terwujudnya Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kota Salatiga.

Ia mengingatkan bahwa Kelurahan Bersinar tidak boleh berhenti sebagai predikat atau program seremonial. Lebih dari itu, harus menjadi gerakan nyata yang dibangun melalui keluarga tangguh, lingkungan RT/RW yang peduli dan waspada, serta komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kader PKK harus menjadi penggerak utama dalam menumbuhkan budaya saling menjaga, memperkuat edukasi, dan membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda. Perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti kesediaan seorang ibu mendengarkan anaknya dan kepedulian antarwarga,” ajaknya.

Perkuat Sinergi Menuju Jateng Zero Narkotika 2045

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Salatiga, Sri Sarwanti, S.H., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkotika sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan aman dari narkoba.

Materi selanjutnya disampaikan narasumber dari BNN Provinsi Jawa Tengah, Jamaludin, S.Farm., Apt. Paparan mencakup perkembangan ancaman narkotika, berbagai modus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, serta strategi pencegahan melalui deteksi dini dan penguatan sinergi keluarga dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Gebyar UMKM PKK Berkolaborasi dengan Juragan Muda Expo 2026, Perluas Pasar Produk Lokal Salatiga

Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika Tahun 2045.

Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan terkait permasalahan narkotika juga dapat menghubungi BNN melalui layanan Call Center 184.

Seminar diikuti perwakilan BNN Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Kepala Bakesbangpol, jajaran instansi terkait, Ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, serta pengurus dan kader PKK se-Kota Salatiga.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Salatiga ingin memastikan gerakan P4GN tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran bersama di tengah masyarakat.

Sebab, perang melawan narkoba tidak selalu dimulai dari operasi penindakan. Gerakan itu dapat dimulai dari rumah, dari komunikasi antara orang tua dan anak, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian masyarakat untuk saling menjaga.

Salatiga Bersinar bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk melindungi keluarga dan menyelamatkan generasi masa depan.

(Sino)

Mari Bagikan