Festival Toleransi Salatiga, Perkuat Komitmen Jaga Keberagaman dan Harmoni Antarumat

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Mempertahankan predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., saat membuka Seminar Penguatan Toleransi yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Salatiga, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang diikuti Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Jawa Tengah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Toleransi Kota Salatiga.

Dalam sambutannya, Robby menegaskan bahwa toleransi di Salatiga bukan sekadar slogan atau identitas daerah. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui praktik kehidupan sehari-hari, mulai dari dialog lintas iman, kegiatan kebudayaan, hingga pemanfaatan ruang publik secara bersama tanpa sekat suku, agama, maupun golongan.

“Bagi kami toleransi harus terus dirawat melalui dialog, pencegahan dini, dan kebijakan yang inklusif, salah satunya melalui Seminar Penguatan Toleransi hari ini. Toleransi bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan memastikan perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi berkonflik,” tegas Robby.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan di masing-masing daerah.

Langkah yang perlu diperkuat, menurutnya, meliputi komunikasi lintas kelompok, edukasi wawasan kebangsaan, serta mekanisme penanganan dini terhadap potensi konflik sosial.

Robby juga menyinggung kembali diraihnya peringkat pertama Indeks Kota Toleran dari SETARA Institute oleh Kota Salatiga. Menurutnya, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan amanah yang harus dijaga bersama.

Pemerintah Kota Salatiga, lanjutnya, berkomitmen memastikan setiap warga merasa aman, dihargai, dan memperoleh ruang yang setara dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa membedakan latar belakang.

BACA JUGA:  Wamen Koperasi RI Sambangi Salatiga, Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Salatiga, Sri Sarwanti, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa seminar tersebut dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi antardaerah dalam mengelola keberagaman.

“Maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah memfasilitasi proses pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi antar daerah di Jawa Tengah dalam mengelola keberagaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, seminar merupakan bagian dari Festival Toleransi yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, di Alun-Alun Pancasila Salatiga.

Rangkaian festival diawali dengan Doa Bersama Lintas Agama, kemudian dilanjutkan dengan Festival Kesenian Etnis dan Budaya yang menampilkan kekayaan tradisi serta keberagaman masyarakat.

Seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo, S.T., M.M., Ketua FKUB Kota Salatiga Drs. H. Noor Rofiq, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hammam, M.Pd., Ph.D.

Melalui Festival Toleransi, Pemkot Salatiga berharap semangat kebinekaan tidak hanya menjadi identitas dan kebanggaan daerah, tetapi terus tumbuh dalam tindakan nyata. Sebab, menjaga toleransi bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

(Sino)

Mari Bagikan