Robby Minta Strategi Sanitasi Salatiga Fokus pada Wilayah Prioritas, Jangan Sebar Program Tanpa Hasil Jelas

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga mematangkan penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) 2026 untuk periode perencanaan 2027–2031. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa program penanganan sanitasi harus berbasis pemetaan kebutuhan, menyasar wilayah dengan persoalan paling mendesak, dan memiliki indikator keberhasilan yang terukur.

Penegasan tersebut disampaikan Robby saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Strategi Sanitasi Kota Salatiga Tahun 2026 di Ruang Kalitaman Lantai 2, Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, itu diikuti kepala perangkat daerah terkait dan tim konsultan.

FGD membahas penyusunan dokumen SSK sebagai pedoman perencanaan dan pelaksanaan program sanitasi, terutama penanganan air limbah domestik dan persampahan. Dokumen tersebut juga diarahkan untuk menyelaraskan target pembangunan Kota Salatiga dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional.

Prioritaskan Wilayah dengan Sanitasi Tidak Layak

Robby menekankan, penanganan sanitasi tidak boleh dilakukan sekadar untuk membagi program ke banyak wilayah tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan dampak yang akan dihasilkan.

Berdasarkan pemetaan kondisi sanitasi yang dipaparkan dalam FGD, pemerintah diminta memusatkan intervensi pada wilayah dengan jumlah akses sanitasi tidak layak tertinggi.

“Berdasarkan pemetaan yang sudah ditampilkan, konsentrasi penanganan harus difokuskan pada lokasi-lokasi dengan jumlah akses sanitasi tidak layak terbanyak. Jangan sampai program terlalu menyebar dan semua ditangani, tetapi keberhasilannya tidak jelas karena pelaksanaannya hanya setengah-setengah,” tegas Robby.

Menurutnya, penentuan prioritas menjadi langkah penting agar sumber daya pemerintah dapat digunakan secara efektif. Dengan fokus pada wilayah yang paling membutuhkan, pelaksanaan program diharapkan lebih optimal dan hasilnya dapat dievaluasi secara jelas.

BACA JUGA:  Komitmen Bersama Jalin Sinergi Pemkot Salatiga dan HMI.

Pendekatan tersebut sekaligus menuntut perangkat daerah terkait menyusun program berdasarkan data dan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengejar pemerataan kegiatan secara administratif.

Dengan demikian, dokumen strategi sanitasi tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas, tetapi menjadi acuan intervensi yang jelas, terarah, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Hulu

Selain air limbah domestik, persoalan persampahan menjadi perhatian dalam penyusunan strategi sanitasi Kota Salatiga.

Robby menjelaskan, pemerintah kota telah memiliki kebijakan penanganan sampah yang menitikberatkan pada pengelolaan dari hulu dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Menurutnya, pengurangan beban sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan penanganan di tempat pemrosesan akhir. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya harus terus diperkuat.

Pemberdayaan dan edukasi masyarakat menjadi kunci, terutama dalam pengelolaan sampah organik yang dapat diolah secara mandiri. Upaya tersebut perlu didukung dengan penguatan bank sampah dan pengembangan organic center.

Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penghasil sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam mengurangi dan mengolah sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.

Penguatan pengelolaan dari hulu juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus mendukung sistem persampahan yang lebih berkelanjutan.

Strategi Lima Tahun Harus Selaras dengan Target Pembangunan

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, menyampaikan bahwa penyusunan SSK merupakan tindak lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga, RPJMD Provinsi Jawa Tengah, serta target pembangunan nasional.

Dalam FGD tersebut, tim konsultan memaparkan kondisi sanitasi terkini, mencakup sektor air limbah domestik dan persampahan, sekaligus merumuskan target yang hendak dicapai.

“Pada kesempatan hari ini, tim konsultan akan memaparkan dokumen yang nantinya menjadi dokumen akhir Strategi Sanitasi Kota Salatiga. Dalam pemaparan ini, akan disampaikan kondisi sanitasi saat ini, baik dari sisi air limbah domestik maupun persampahan, serta target yang ingin dicapai pada akhir 2029 sesuai RPJMD dan hingga 2031 untuk periode perencanaan lima tahun ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA:  PJ Walikota Yasip Khasani Sertijab Kepada Walikota Salatiga Dr.H.Robby Hernawan, Sp OG Berjalan Sukses Penuh Kerukunan

Penyusunan strategi tersebut diharapkan mampu memastikan kesinambungan program sanitasi dengan arah pembangunan daerah, sekaligus menjadi dasar bagi perangkat daerah dalam menentukan prioritas kegiatan dan kebutuhan pendanaan.

Melalui pematangan dokumen SSK 2027–2031, Pemkot Salatiga menargetkan penanganan sanitasi yang lebih terukur, dengan prioritas berdasarkan tingkat permasalahan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Bagi pemerintah kota, keberhasilan strategi sanitasi pada akhirnya harus tercermin dalam perbaikan akses sanitasi layak, pengelolaan sampah yang semakin baik, serta meningkatnya kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

(Sino)

Mari Bagikan