Festival Kuliner ke-8 Hadirkan 75 Tenant, Robby Dorong Pasar Rejosari Jadi Pusat Aktivitas UMKM

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan optimalisasi pasar tradisional. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Kuliner ke-8 Salatiga yang dipusatkan di Pasar Rejosari, Kamis (5/11/2026).

Festival yang berlangsung selama empat hari, 5–8 November 2026, tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Sebanyak 75 tenant UMKM turut ambil bagian dengan menghadirkan beragam produk kuliner khas Salatiga, disertai berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Tidak sekadar menjadi ajang promosi produk kuliner, festival ini juga diarahkan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat. Pasar Rejosari diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang mampu mempertemukan pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Wali Kota Robby Hernawan mengatakan, Festival Kuliner Salatiga merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan untuk membuka akses pemasaran lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Festival Kuliner Kota Salatiga yang ke-8 ini merupakan ruang yang diciptakan oleh Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM memasarkan produk-produknya, terutama produk kuliner. Salatiga tentunya sangat kaya akan kuliner,” ujarnya.

Menurut Robby, festival tahun ini memiliki nilai strategis karena sekaligus menjadi momentum memperkenalkan dua inovasi pengembangan pasar, yakni Si Pasar Resik dan RESTART (Rejosari SMART Tematik Market).

Si Pasar Resik merupakan Strategi Integrasi Pengelolaan Pasar Rakyat melalui pengelolaan berbasis digital, promosi, serta pengembangan ekosistem pasar di Kota Salatiga. Sementara RESTART menjadi terobosan untuk merevitalisasi Pasar Rejosari sebagai pasar tematik yang terintegrasi.

Kedua inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan pasar tradisional, terutama dalam meningkatkan daya tarik, memperluas promosi, dan mendorong aktivitas perdagangan.

BACA JUGA:  Robby Hernawan : "MBG Pemerintah Kota Salatiga Sudah Memiliki Satgas Untuk Koordinasi"

“Mudah-mudahan dengan terobosan-terobosan ini, semua pasar yang ada di Kota Salatiga, khususnya Pasar Rejosari, bisa meningkat aktivitasnya, sehingga pelaku usaha semakin sejahtera,” tambah Robby.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, A.P., M.M., menjelaskan bahwa Pasar Rejosari merupakan satu dari 14 pasar yang dikelola di Kota Salatiga. Sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat, pasar rakyat perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan agar mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, festival ini bukan hanya menghadirkan keramaian selama empat hari, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun ekosistem pasar rakyat yang lebih aktif serta memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang.

“Selama empat hari ke depan, kami berkolaborasi dengan teman-teman Festival Kuliner Salatiga atau Paguyuban Kuliner Salatiga untuk menyelenggarakan festival kuliner di Pasar Rejosari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pasar rakyat, khususnya Pasar Rejosari, sekaligus menjembatani pelaku UMKM untuk menampilkan beragam cita rasa kuliner yang selama ini dikenal dan menjadi ciri khas Kota Salatiga,” jelasnya.

Keterlibatan sedikitnya 75 tenant UMKM menjadi salah satu daya tarik utama festival. Beragam produk kuliner yang ditawarkan diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus membuka peluang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.

Melalui Festival Kuliner ke-8 ini, Pemkot Salatiga berupaya menghubungkan tiga kepentingan sekaligus, yakni penguatan UMKM, peningkatan aktivitas perdagangan, dan pengembangan pasar rakyat. Tantangannya adalah bagaimana geliat ekonomi selama festival dapat berlanjut menjadi aktivitas perdagangan yang berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

Dengan demikian, keberhasilan Festival Kuliner Salatiga tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan tenant yang berpartisipasi, tetapi juga dari sejauh mana Pasar Rejosari semakin hidup dan memberikan manfaat nyata bagi pedagang serta pelaku UMKM.

BACA JUGA:  Nawal Yasin dan Retno Perkuat Literasi Keuangan Kader PKK, Wujudkan Keluarga Mandiri dan Sejahtera

(Sino)

Mari Bagikan