INTERESTNEWS — KLATEN – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., menggelar kegiatan Sambung Rasa bersama masyarakat Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, di Gedung Sunan Pandanaran, Jalan Pemuda, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Bupati Hamenang hadir didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Klaten Joko Purwanto, Plt. Lurah Kelurahan Kabupaten Lisincia Kartika Dewi, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Dalam dialog tersebut, persoalan pengelolaan sampah menjadi isu yang paling banyak disampaikan masyarakat. Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat sebagai penghasil sampah.
“Cukup banyak juga permasalahan yang ada. Highlight yang paling tinggi adalah masalah persampahan. Pemerintah daerah akan hadir, tetapi masyarakat juga harus berperan mengurangi sampah dari hulunya. Yang paling penting adalah kolaborasi,” ujar Hamenang.
Selain persoalan sampah, warga juga mengusulkan sejumlah pembangunan fasilitas umum. Bupati memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai skala prioritas.
Terkait usulan pengadaan mobil pengangkut sampah, Hamenang menjelaskan bahwa permintaan tersebut akan dikaji untuk penganggaran tahun berikutnya. Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengupayakan penyediaan kontainer sampah.
Ia juga mengungkapkan, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Troketon mencapai sekitar 200 ton per hari. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui TPS 3R dan Bank Sampah terus didorong guna mengurangi beban TPA.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan penggunaan jalur sepeda di kawasan perkotaan Klaten. Bersama jajaran, ia memilih bersepeda menuju lokasi acara sebagai bentuk kampanye gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
“Kalau hari Jumat sebisa mungkin bersepeda. Sekalian kita sosialisasikan jalur sepeda yang sudah dimiliki Klaten. Tidak semua daerah memiliki fasilitas seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu, Doni Wahyono, menyampaikan aspirasi terkait pendangkalan Kali Lunyu akibat endapan lumpur. Ia berharap pemerintah dapat membantu pengerukan menggunakan alat berat. Bupati merespons dengan meminta Dinas Lingkungan Hidup dan DPUPR untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Dalam forum yang sama, Karang Taruna Kelurahan Kabupaten juga mengajukan bantuan sarana olahraga berupa bola voli, net, dan meja pingpong. Dari beberapa usulan tersebut, Bupati langsung menyetujui pengadaan meja pingpong sebagai kebutuhan yang dinilai paling mendesak.
Perwakilan Karang Taruna, Nadin Pratama, mengaku bersyukur atas respons cepat pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan tersebut akan menjadi sarana positif bagi kegiatan kepemudaan di Kelurahan Kabupaten.
Plt. Lurah Kelurahan Kabupaten, Lisincia Kartika Dewi, turut mengapresiasi pelaksanaan Sambung Rasa. Meski saat ini kelurahannya mengalami keterbatasan personel aparatur sipil negara, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan berkat dukungan relawan dan warga.
Kegiatan Sambung Rasa berlangsung interaktif dan kondusif, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten untuk membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat.
(Sino/Beneo)
