INTERESTNEWS,– JAKARTA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi memimpin finalisasi penetapan cabang olahraga (cabor) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Dalam pertemuan strategis bersama perwakilan dari NTT, NTB, dan DKI Jakarta, Marciano menegaskan arah baru penyelenggaraan PON yang lebih efisien dan berorientasi internasional.
Mandat Utama Ketua Umum KONI Pusat
Marciano Norman memberikan beberapa poin instruksi krusial guna memastikan keberhasilan ajang olahraga empat tahunan tersebut:
Prioritas Cabor Olimpiade: Marciano menegaskan bahwa PON 2028 akan fokus pada cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, Asian Games, serta SEA Games. Tujuannya adalah menjadikan PON sebagai batu loncatan nyata bagi atlet Indonesia untuk menembus level dunia.
Kebijakan “Tanpa Venue Baru”: Menanggapi tantangan fiskal daerah, Ketum KONI Pusat menginstruksikan agar tuan rumah (NTT dan NTB) tidak melakukan pembangunan gedung olahraga (venue) baru yang membebani APBD. Sebaliknya, daerah diminta melakukan revitalisasi fasilitas yang sudah ada.
Sinergi dengan DKI Jakarta: Sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas di Nusa Tenggara, Marciano merangkul DKI Jakarta sebagai “provinsi penyangga” untuk menyelenggarakan 14 cabang olahraga tertentu yang membutuhkan infrastruktur standar internasional.
Progres Pelaporan kepada Pemerintah
Hingga akhir Februari 2026, Marciano Norman telah melaporkan progres kesiapan ini kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia memastikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah telah berjalan baik, termasuk dukungan regulasi penggunaan APBD bagi provinsi yang terlibat.
”Rapat koordinasi ini adalah finalisasi sebelum kami laporkan secara resmi kepada pemerintah pusat. Kita ingin memastikan PON XXII bukan hanya sukses penyelenggaraan, tapi juga sukses dalam efisiensi anggaran dan peningkatan prestasi atlet nasional,” tegas Marciano Norman di Kantor KONI Pusat.
Sekilas Pembagian Cabor PON XXII
Berdasarkan kesepakatan yang dipimpin KONI Pusat, berikut adalah distribusi cabor:
NTT: 22 Cabang Olahraga
NTB: 26 Cabang Olahraga
DKI Jakarta: 14 Cabang Olahraga (Klaster Pendukung)
Penetapan ini ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh para pimpinan KONI daerah sebagai dasar hukum pelaporan resmi ke tingkat kementerian.
(Red)
