INTERESTNEWS, — SALATIGA – Semangat dan kebanggaan menyambut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah Tahun 2026 terasa di Kota Salatiga. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Wakil Wali Kota Nina Agustin, menyambut rombongan kirab obor PORPROV XVII di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Robby bersama Nina Agustin, jajaran kepala perangkat daerah, dan tamu undangan menyaksikan penyerahan obor kepada atlet berprestasi Kota Salatiga. Momen ini menjadi bagian dari rangkaian estafet obor PORPROV XVII Jawa Tengah yang mengusung semangat perjuangan, persatuan, dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Robby menegaskan bahwa api obor yang bersumber dari Api Abadi Mrapen dan dikirab menuju Stadion Jatidiri, Kota Semarang, bukan sekadar simbol pembukaan pesta olahraga. Lebih dari itu, api obor menjadi representasi tekad para atlet untuk berjuang, meraih prestasi, dan mengharumkan nama daerah.
“Bagi Kota Salatiga, menjadi bagian dari rangkaian kirab obor ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan. Selanjutnya, obor ini akan kami serahkan kepada atlet-atlet berprestasi Kota Salatiga untuk melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Kabupaten Semarang di Ungaran,” ujar Robby.
Ia berharap perjalanan kirab obor berlangsung lancar dan semangat yang dibawanya mampu menginspirasi lahirnya atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Semoga perjalanan obor ini berjalan lancar, dan semangat yang dibawanya terus menyala, menginspirasi lahirnya atlet-atlet hebat, serta membawa kesuksesan bagi penyelenggaraan PORPROV XVII Jawa Tengah Semarang Raya Tahun 2026,” tambahnya.
Ruwiyati Bawa Obor, Rekam Jejak Prestasinya Jadi Inspirasi
Estafet obor dari Kota Salatiga selanjutnya dibawa oleh Ruwiyati, atlet kebanggaan daerah yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia atletik, khususnya nomor maraton.
Ruwiyati tercatat sebagai pemegang rekor maraton SEA Games dengan catatan waktu 2 jam 34 menit 37 detik sejak 1995. Ia juga memegang rekor maraton PON dengan waktu 2 jam 45 menit 47 detik sejak 1993, yang menurut keterangan dalam kegiatan tersebut masih bertahan hingga kini.
Kehadiran Ruwiyati sebagai pembawa obor menjadi simbol kesinambungan perjuangan antargenerasi atlet. Prestasi yang telah ditorehkannya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Salatiga untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berani mencetak pencapaian baru.
Dalam kesempatan itu, Ruwiyati juga menyampaikan harapannya agar generasi penerus tetap menjaga semangat berkompetisi dan terus berprestasi, bahkan mampu memecahkan rekor yang pernah diraihnya.
Kirab obor PORPROV XVII Jawa Tengah pun menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap pembinaan olahraga di Kota Salatiga. Tidak hanya membawa api menuju arena pertandingan, estafet ini juga membawa pesan tentang kerja keras, disiplin, persatuan, dan semangat pantang menyerah.
Dari Salatiga, kobaran semangat tersebut diharapkan mengiringi perjuangan para atlet dalam menghadapi PORPROV XVII Jawa Tengah Semarang Raya Tahun 2026, sekaligus mendorong lahirnya prestasi yang membanggakan bagi daerah.
(Sino)
