Bimtek Perkoperasian di Salatiga, Robby Dorong Tata Kelola Profesional dan Akuntabel

 

INTERESTNEWS, — SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga mendorong penguatan tata kelola koperasi agar semakin profesional, transparan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Peraturan Perkoperasian yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., di Ruang Serbaguna Gedung Dekopinda Kota Salatiga, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi terhadap regulasi perkoperasian, sekaligus mendorong pembenahan administrasi, pengelolaan keuangan, serta penguatan kelembagaan.

Dalam sambutannya, Robby menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah ekonomi bersama yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan anggota. Karena itu, keberlangsungan koperasi harus ditopang oleh kepatuhan terhadap peraturan, legalitas yang jelas, laporan keuangan yang tertib, serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin.

Menurutnya, tata kelola yang baik dan transparan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan anggota. Tanpa pengelolaan yang tertib dan akuntabel, koperasi akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan usaha maupun meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

“Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen mewujudkan koperasi yang sehat, kuat, mandiri, profesional, dan berdaya saing. Untuk mewujudkannya, diperlukan peran aktif seluruh elemen, mulai dari anggota, pengurus, pengawas, pengelola, pemerintah, hingga para pemangku kepentingan. Mari jadikan bimtek ini sebagai momentum untuk membenahi tata kelola dan meningkatkan kualitas koperasi di Kota Salatiga,” tegas Robby.

Digitalisasi dan Perluasan Pasar Jadi Tantangan Koperasi

Selain menekankan kepatuhan terhadap regulasi, Robby mendorong koperasi agar tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif. Koperasi juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi administrasi kelembagaan, pencatatan keuangan, dan pelayanan kepada anggota.

Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat transparansi, serta memudahkan pengawasan terhadap pengelolaan koperasi.

BACA JUGA:  Robby Hernawan: "Sepanjang Itu Untuk Membela Kepentingan Masyarakat Banyak Saya Apresiasi, Mari Wujudkan Salatiga Damai Dan Kondusif"

Di sisi lain, pengembangan usaha dan perluasan akses pasar juga menjadi perhatian. Robby mendorong produk-produk anggota koperasi agar semakin aktif dipromosikan melalui berbagai pameran di tingkat kota maupun provinsi.

Dengan langkah tersebut, koperasi diharapkan tidak hanya memiliki kelembagaan yang tertib, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi produk anggotanya.

Tantangannya adalah memastikan koperasi mampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola perlu diikuti penerapan hasil pelatihan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Bimtek Dorong Pembenahan Kelembagaan dan Keuangan

Ketua Panitia Pelaksana, Ali Eko Widi Nugroho, S.H., menjelaskan bahwa bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai implementasi regulasi perkoperasian, mitigasi risiko, pengelolaan kelembagaan dan keuangan, serta penyusunan strategi pembenahan tata kelola koperasi pada 2026.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan materi sesuai dengan kebutuhan masing-masing koperasi. Dengan demikian, pengelolaan koperasi dapat berjalan lebih tertib, adaptif, dan profesional tanpa meninggalkan prinsip serta jati diri koperasi.

Dukungan terhadap pelaksanaan bimtek juga disampaikan Endang Mustiani, perwakilan Koperasi Konsumen Karyawan Manunggal Salatiga. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan wawasan sekaligus bekal praktis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi.

“Melalui bimtek ini, kami berharap dapat menambah pemahaman mengenai implementasi peraturan perkoperasian. Ilmu yang diperoleh tentu bermanfaat bagi kemajuan koperasi kami secara khusus dan pengembangan ekosistem koperasi di Kota Salatiga pada umumnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap pengelola koperasi semakin memahami kewajiban regulasi, mampu memitigasi risiko, dan menerapkan sistem pengelolaan yang transparan serta akuntabel.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, dan pengembangan usaha menjadi bagian penting dalam membangun koperasi yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan partisipasi aktif anggota, koperasi diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Salatiga.

BACA JUGA:  Kukuhkan Dewan Pendidikan 2026–2031, Wali Kota Ajak Satukan Langkah Bangun Generasi Unggul Salatiga

(Sino)

Mari Bagikan