INTERESTNEWS, — SALATIGA – Kota Salatiga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) melalui studi lapangan yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri III (BBPKA PDN III) Kementerian Dalam Negeri RI, Senin (7/9/2026).
Penerimaan peserta studi lapangan berlangsung di Grand Wahid Hotel Salatiga. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Wali Kota Salatiga mengatakan, studi lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik inovasi pelayanan publik di Kota Salatiga. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan dan menjadi referensi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan organisasi masing-masing.
“Di era saat ini, kepemimpinan menuntut kemampuan beradaptasi, terbuka terhadap perubahan, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data. Pemimpin tidak cukup hanya mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu menggerakkan kolaborasi dan menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPKA PDN III Kemendagri, M. Weli Septiya Putra, SE., M.Si., Ak., menjelaskan bahwa studi lapangan tidak hanya diarahkan untuk mempelajari praktik terbaik (best practice).
Menurutnya, peserta juga dilatih untuk mengidentifikasi berbagai persoalan kinerja dan pelayanan publik, merancang solusi inovatif, sekaligus melakukan advokasi kepada instansi terkait.
Dalam Studi Lapangan PKA Angkatan 2 dan PKP Angkatan 1 Tahun 2026, peserta akan mendalami empat inovasi pelayanan publik di Kota Salatiga.
Pertama, KOMPAS di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM), berupa pembentukan Koperasi Sekunder Merah Putih dalam pengembangan bisnis dan kelembagaan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Salatiga.
Kedua, SIDELA (Sistem Informasi Desk Layanan) yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Ketiga, PINTAR TULIS (Program Inklusi dan Literasi untuk Sahabat Tuli Salatiga) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Keempat, SATU DATA MEDIS (Sistem Terpadu dan Terintegrasi Pengelolaan Data Medis Berbasis Elektronik Rekam Medis) di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo.
Keempat inovasi tersebut mencerminkan upaya Pemerintah Kota Salatiga dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, inklusif, inovatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Salatiga tidak hanya menjadi lokus pembelajaran bagi peserta PKA dan PKP, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
(Sino)
