INTERESTNEWS, — KLATEN — Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi momentum bagi jajaran DPC PAN Klaten untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat soliditas organisasi menghadapi agenda politik ke depan.
Momentum tersebut diwujudkan melalui malam tirakatan HUT ke-28 PAN yang digelar di Kantor DPC PAN Klaten, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan DPP PAN kepada jajaran partai di daerah. Namun bagi DPC PAN Klaten, tradisi tirakatan telah rutin dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari refleksi organisasi.
Pengurus DPC PAN Klaten, Purwanto, SH, mengatakan usia 28 tahun menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan PAN sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang masih perlu dibenahi.
“Ulang tahun PAN ke-28 ini dalam rangka perintah dari DPP untuk mengadakan tirakatan. Tetapi sebelumnya, tanpa ada perintah pun kami sudah rutin melaksanakan tirakatan,” ujar Purwanto.
Salah satu perhatian utama DPC PAN Klaten adalah memperkuat kembali kedekatan partai dengan masyarakat. Menurut Purwanto, perjalanan PAN sejak awal berdiri hingga saat ini harus menjadi bahan evaluasi agar keberadaan partai benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Ada beberapa hal yang perlu kita benahi, terutama dalam hal kedekatan dengan warga. Sejak lahir sampai sekarang ini menjadi evaluasi kami. Mestinya ada istilah ‘bandul rakyat’, masih ada harapan dan lain sebagainya,” tegasnya.
Ia menekankan, rakyat merupakan elemen utama dalam perjalanan sebuah partai politik. Karena itu, program dan langkah organisasi harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rakyat ini menjadi ikon dan semangat kami. Apa pun yang terjadi, kalau kita bicara partai, kekuatannya ditentukan oleh rakyat. Bersama rakyat,” katanya.
Usung Semangat “Pemimpin dengan Hati”
Dalam momentum HUT ke-28 tersebut, DPC PAN Klaten juga kembali menegaskan slogan “Pemimpin dengan Hati” sebagai salah satu prinsip dalam menjalankan organisasi.
Purwanto menjelaskan, kepemimpinan harus dibangun melalui pendekatan humanis, mengedepankan komunikasi serta tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menyalahkan.
“Saya sampaikan bahwa ‘Pemimpin dengan Hati’ mungkin menjadi slogan kami dari awal. Tidak dengan kekerasan dan tidak dengan saling menyalahkan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membangun organisasi yang solid sekaligus menciptakan hubungan yang baik antara kader, pengurus, masyarakat, maupun berbagai elemen lainnya.
Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan kader PAN dalam menjalankan tugas politik dan sosial di tengah masyarakat. Kader juga didorong untuk tidak hanya hadir ketika memasuki tahun politik, tetapi membangun komunikasi serta memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Bidik Satu Kursi Setiap Dapil pada Pemilu 2029
Selain evaluasi internal, HUT ke-28 PAN menjadi momentum untuk mempersiapkan target politik menghadapi Pemilu 2029.
Purwanto menyebut DPC PAN Klaten memiliki target konkret untuk memperoleh keterwakilan minimal satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
“Secara konkret di 2029, target kami, baik secara pribadi maupun PC dan pengurus, minimal satu dapil satu,” jelasnya.
Target tersebut menjadi pijakan bagi jajaran pengurus untuk melakukan pembenahan organisasi sekaligus memperkuat basis masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-28 PAN di DPC Klaten tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Malam tirakatan dimaknai sebagai ruang refleksi untuk melihat perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah baru.
Evaluasi terhadap kedekatan dengan masyarakat, penguatan soliditas internal, serta persiapan menghadapi Pemilu 2029 menjadi agenda yang terus diperkuat.
Mengusung semangat “Pemimpin dengan Hati”, DPC PAN Klaten berharap seluruh kader dan pengurus semakin mengedepankan pendekatan yang santun, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Usia 28 tahun diharapkan menjadi titik balik bagi PAN Klaten untuk memperkuat kepercayaan publik dan membuktikan bahwa keberadaan partai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“HUT ke-28 ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, mendekatkan diri dengan rakyat, dan memenangkan kembali kepercayaan masyarakat di setiap tingkatan,” pungkas Purwanto.
(Sino)
