INTERESTNEWS, — SEMARANG — Bank Jateng mempertegas perannya sebagai penggerak perekonomian daerah dengan menyalurkan pembiayaan senilai Rp 279,1 miliar kepada 1.100 debitur. Penyaluran kredit massal yang menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pemilikan rumah serta kendaraan ini menjadi bagian utama dalam rangkaian perayaan Gebyar Fest 81.
Penyaluran pembiayaan yang berlangsung sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026 tersebut dirancang untuk memperluas akses permodalan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya menempatkan Bank Jateng sebagai lembaga keuangan inklusif yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, ekspansi pembiayaan tidak boleh berhenti pada sektor terpencil atau industri besar semata.
“Kita kembangkan Bank Jateng menjadi bank sejuta umat yang dekat dan dimiliki oleh masyarakat. Kredit yang diberikan harus menyentuh semua lini, mulai padat karya sampai padat modal, kawasan industri, UMKM, hingga kredit perumahan dan kendaraan,” ujar Luthfi saat membuka Gebyar Fest 81 di Kantor Pusat Bank Jateng, Semarang, Rabu (12/8/2026).

Luthfi menambahkan, kemudahan akses pembiayaan di tingkat provinsi hingga pedesaan akan berdampak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut.
Rincian Alokasi Pembiayaan
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, memaparkan bahwa pembiayaan Rp 279,1 miliar tersebut terbagi ke dalam tiga fokus utama pembiayaan:
- 1. Kredit Usaha Rakyat (KUR): Disalurkan sebesar Rp 174 miliar kepada 708 debitur untuk mendorong kenaikan kelas UMKM.
2. KPR dan Kredit Program Perumahan (KPP): Mencapai Rp 99 miliar untuk 256 debitur guna mendukung kepemilikan hunian layak.
3. Kredit Kendaraan Bermotor: Dialokasikan sebesar Rp 4,77 miliar bagi 136 debitur.
Selain penyaluran kredit pada momen Gebyar Fest 81, Bambang mengungkapkan bahwa akumulasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) Bank Jateng kini telah menembus angka Rp 1 triliun. Capaian ini menempatkan Bank Jateng sebagai BPD dengan volume penyaluran KPP tertinggi di Indonesia.


”Nilai tersebut diproyeksikan bakal bertambah sekitar Rp 500 miliar pada tahap penyaluran berikutnya,” tutur Bambang.
Rangkaian Gebyar Fest 81 digelar serentak pada 12–16 Agustus 2026 di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta melibatkan 44 kantor cabang yang tersebar hingga DKI Jakarta dan Yogyakarta. Selain akad kredit massal, agenda memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini juga diisi dengan pameran UMKM binaan dan peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Benneo)
