INTERESTNEWS, — SEMARANG – Pasar otomotif Jawa Tengah mendapat momentum baru. Melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 yang berlangsung 30 September-4 Oktober, gelaran teraebut diharapkan mampu mendongkrak penjualan kendaraan bermotor, sekaligus mengakselerasi pendapatan daerah dari sektor otomotif.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh penyelenggaraan pameran otomotif tersebut. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai industri otomotif memiliki peran penting dalam menggerakkan mobilitas orang dan barang, sekaligus menopang aktivitas ekonomi daerah.
“Pemprov Jateng mendukung terkait GIIAS di Semarang ini karena pergerakan orang dan barang itu menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui industri otomotif,” kata Ahmad Luthfi saat beraudiensi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di kantornya, Senin (21/9/2026).

Pemerintah daerah berharap geliat transaksi selama pameran turut mendorong daya beli masyarakat untuk kendaraan baru. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan, pameran otomotif yang digelar secara rutin menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali pasar kendaraan bermotor.
“Harapannya, dengan sering dilakukan pameran ini dapat menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. Kita akan kolaborasi, bukan tidak mungkin nanti akan ada relaksasi yang diberikan, ini masih dihitung dulu,” ujarnya.
Menurut Masrofi, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jawa Tengah pada 2026 menunjukkan kenaikan. Realisasi pendapatan BBNKB hingga September 2026 mencapai 65 persen.
“Kita tinggal mengakselerasi. Salah satunya dengan pameran GIIAS dan pameran otomotif lainnya, sehingga realisasi BBNKB bisa lebih besar dari 2025,” katanya.
GIIAS Semarang 2026 sekaligus memperlihatkan perubahan arah pasar otomotif. Dari 19 merek kendaraan yang ambil bagian, sebanyak 18 merupakan merek mobil dan satu merek sepeda motor.
Dari 18 merek mobil tersebut, 12 di antaranya merupakan kendaraan listrik, sedangkan enam lainnya kendaraan konvensional.
Selain merek kendaraan, pameran tersebut juga melibatkan 25 industri pendukung.
Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026, Anton Kumonty, mengatakan, jumlah merek kendaraan listrik yang berpartisipasi tahun ini lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Tahun ini lebih banyak merek mobil listrik yang berpartisipasi dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Di tingkat nasional, pasar otomotif juga menunjukkan pertumbuhan. Anton menyebut penjualan kendaraan bermotor baru selama delapan bulan 2026 atau hingga Agustus hampir mencapai 600 ribu unit, atau tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, penjualan kendaraan secara nasional tercatat sekitar 803 ribu unit. Sementara pada 2026, industri menargetkan penjualan mencapai 850 ribu unit.
“Jawa Tengah itu pasar otomotif nomor lima di Indonesia. Dibandingkan tahun lalu ada peningkatan 12 persen, di Jawa Tengah kemungkinan sama secara persentase,” jelas Anton.
Dengan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pasar otomotif utama nasional, penyelenggaraan GIIAS Semarang tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tapi juga diharapkan menciptakan efek berantai bagi aktivitas perdagangan, industri pendukung, dan pada akhirnya memperkuat penerimaan daerah. (Benneo/*Red)
