Ketua TP PKK Klaten Luncurkan Posyandu 6 SPM di Desa Tanjungan, Warga Kini Bisa Adukan Berbagai Persoalan

 

INTERESTNEWS, — KLATEN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo, resmi meluncurkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Balai Desa Tanjungan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Rabu (23/7/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari transformasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi Posyandu 6 SPM yang memberikan layanan lebih luas kepada masyarakat.

Fahrani menjelaskan, Posyandu kini tidak lagi hanya identik dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

“Kalau dulu Posyandu identik dengan kesehatan, sekarang ada enam aspek yang bisa diadukan,” ujarnya.

Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dilayani meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai permasalahan, mulai dari rumah tidak layak huni, anak yang putus atau enggan bersekolah, hingga gangguan ketertiban lingkungan seperti kebisingan yang mengganggu warga.

Fahrani menegaskan, kader Posyandu akan menjadi garda terdepan dalam menerima dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Permasalahan yang menjadi kewenangan pemerintah desa akan diselesaikan di tingkat desa, sedangkan persoalan yang berada di luar kewenangan desa akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurutnya, keberadaan Posyandu 6 SPM diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat melalui sistem layanan yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Klaten juga menargetkan seluruh desa secara bertahap memiliki Posyandu 6 SPM sehingga masyarakat di setiap wilayah memiliki akses yang mudah untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan.

“Harapannya semua desa segera launching Posyandu 6 SPM. Jadi apa yang dikeluhkan masyarakat bisa ditindaklanjuti lebih cepat,” kata Fahrani.

Posyandu 6 SPM di Desa Tanjungan diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Wedi dalam mengembangkan layanan Posyandu yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mendukung penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pelayanan dasar masyarakat.

BACA JUGA:  Penguatan Peran Organisasi Wanita Lintas Agama untuk Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Emas

(Sino)

Mari Bagikan