INTERESTNEWS, — KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (21/7/2026), dengan mengukuhkan Forum Anak Klaten periode 2026–2028 serta memberikan penghargaan kepada desa, kecamatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai berkomitmen mewujudkan lingkungan layak anak.

Peringatan tersebut diisi berbagai kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak-anak, seperti workshop pembuatan ecobrick, melukis gerabah, hingga tatah wayang yang diikuti peserta dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Klaten juga menyerahkan penghargaan kepada desa, kecamatan, dan OPD berdasarkan hasil penilaian Kabupaten Layak Anak. Sebanyak tujuh desa berhasil meraih penghargaan Desa Layak Anak kategori Utama, di antaranya Desa Jaten, Desa Juwiring, Desa Pundungan, Desa Taji, dan Desa Tanjung di Kecamatan Juwiring, bersama dua desa lainnya yang juga masuk kategori utama.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada 14 desa kategori Utama, 15 desa kategori Madya, 27 desa/kelurahan kategori Pratama, serta 23 desa kategori Rintisan. Penghargaan serupa juga diberikan kepada 11 kecamatan dan 15 OPD maupun instansi dengan kategori mulai Rintisan hingga Utama.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan kepada anak.
> “Kegiatan ini juga ditujukan untuk menggelorakan kampanye bersama lindungi anak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dan perlindungan terhadap anak semakin kuat.
> “Harapan kami kegiatan ini dapat membantu anak-anak agar kebutuhannya terpenuhi. Kita harus lebih mendengar dan memahami mereka sehingga hak-hak mereka terpenuhi serta terhindar dari kekerasan,” kata Hamenang.
Menurutnya, Pemkab Klaten terus berupaya menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak kepada anak, salah satunya melalui pembentukan Forum Anak serta berbagai program OPD yang berorientasi pada perlindungan anak.
Ia juga mengapresiasi semakin banyaknya desa yang memperoleh penghargaan sebagai Desa Layak Anak. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pemenuhan hak anak.
> “Desa-desa yang mulai mendapatkan penghargaan menunjukkan kepedulian itu semakin meningkat sehingga diharapkan angka kekerasan terhadap anak dapat terus ditekan,” pungkasnya.
(Sino)
