Rakernas XII JKPI, Robby Bawa Semangat Kolaborasi Kota Pusaka Indonesia

 

INTERESTNEWS, — TERNATE – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Salatiga untuk memperkuat kolaborasi antarkota pusaka di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan melalui keikutsertaannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, Jumat (28/8/2026).

Rakernas XII JKPI menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman, menyatukan gagasan, sekaligus menyusun langkah bersama dalam menjaga dan mengembangkan kawasan pusaka di berbagai daerah.

Melalui forum tersebut, kota-kota pusaka didorong tidak hanya mempertahankan bangunan, kawasan, maupun benda bersejarah, tetapi juga menghidupkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya sehingga tetap relevan bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang.

Kegiatan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, jajaran Dewan Presidium JKPI, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), peserta Rakernas XII JKPI, serta sejumlah tamu undangan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menekankan bahwa pusaka memiliki potensi lebih luas daripada sekadar peninggalan sejarah. Menurutnya, nilai sejarah, budaya, dan warisan para pendahulu dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus mendorong nilai ekonomi.

“Pada intinya, bagaimana kita bisa menggunakan sejarah, pusaka, budaya, warisan yang telah diberikan oleh pendahulu kita, kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan nilai ekonomi, nilai hidup, pedoman hidup untuk kita sekarang dan generasi kita ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium JKPI sekaligus Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., menyampaikan sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian dalam Rakernas XII.

Di antaranya penguatan kolaborasi antarkota dan antarkabupaten pusaka, peningkatan resiliensi cagar budaya dan kawasan pusaka, serta pengembangan ekonomi budaya yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Wanita Bersenjata Akan Terobos Istana

Menurut Wawan, sejumlah langkah prioritas perlu didorong bersama. Mulai dari membangun sistem pendampingan dan pertukaran pengetahuan, menyusun standar mitigasi serta kesiapsiagaan bencana bagi cagar budaya, hingga memperkuat pengajuan warisan budaya Indonesia menuju pengakuan nasional dan internasional.

Selain itu, JKPI juga mendorong pembentukan City Gallery sebagai ruang pengetahuan, pengembangan program bersama antardaerah, serta penguatan akses pembiayaan di bidang kebudayaan.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan pandangan Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si. Ia menilai Rakernas JKPI menjadi momentum penting untuk menyatukan pengalaman dan komitmen berbagai daerah dalam menjaga sekaligus memanfaatkan pusaka sebagai bagian dari pembangunan.

“Pelestarian pusaka bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi menghidupkan nilai dan maknanya untuk masa kini. Mari kita teguhkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi, menghadirkan kebijakan yang nyata, dan membangun kota-kota Indonesia yang maju tanpa kehilangan identitas dan akar sejarahnya,” tegasnya.

Bagi Pemerintah Kota Salatiga, keikutsertaan dalam Rakernas XII JKPI menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dengan kota-kota pusaka lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi pusaka sebagai kekuatan identitas daerah.

Dengan demikian, pelestarian pusaka tidak berhenti pada upaya menjaga peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan, penggerak ekonomi budaya, serta bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

(*Red)

Mari Bagikan