INTERESTNEWS, — KLATEN – Semangat gotong royong kembali membumbung di Kabupaten Klaten. Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Kodim 0723/Klaten resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan Barat SDN 1 Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, pada Rabu (22/04/2026).
Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di daerah pinggiran.
Fokus Pembangunan: Infrastruktur dan Kesejahteraan
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan amanat Bupati Klaten. Dalam pesan tersebut, ditekankan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memantapkan kesadaran bela negara dan disiplin nasional.
Adapun sasaran pembangunan di Desa Solodiran meliputi:
Akses Jalan: Betonisasi jalan sepanjang 597 meter dan pembangunan talud sepanjang 597 meter untuk memperlancar mobilitas warga.
Sanitasi & Hunian: Rehabilitasi 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan 5 unit jamban sehat.
Drainase: Pembangunan gorong-gorong sepanjang 1,8 meter untuk mencegah genangan dan menjaga kualitas jalan.
Dorong Ekonomi Pertanian
Usai upacara, Kasdim 0723/Klaten, Mayor Inf Ismail Syahruddin, S.Sos., menjelaskan bahwa prioritas TMMD kali ini adalah akses jalan pertanian. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci bagi kebangkitan ekonomi desa.
> “Dengan peningkatan akses jalan pertanian, kita harapkan produktivitas petani meningkat dan biaya logistik hasil panen bisa ditekan, sehingga kesejahteraan masyarakat Solodiran naik secara berkelanjutan,” ujar Mayor Inf Ismail mewakili Dandim 0723/Klaten.
Sasaran Non-Fisik
Tidak hanya fisik, TMMD juga menyasar pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Warga Desa Solodiran akan mendapatkan berbagai penyuluhan, mulai dari wawasan kebangsaan untuk memperkuat rasa cinta tanah air, hingga bimbingan administrasi kependudukan guna memudahkan pelayanan publik bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Manisrenggo. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah sekaligus menjadikan desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
(Sino)
