Hadiri HKN ke-62 di Sragen, Taj Yasin Apresiasi Inovasi KUBE Komunal Desa Gemantar

INTERESTNEWS, — SRAGEN — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mengakselerasi program pengentasan kemiskinan dan percepatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui optimalisasi pengelolaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) peternakan komunal serta intervensi multisektor di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

​Apresiasi terhadap inovasi warga lokal disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi  saat menghadiri penyerahan bantuan kegiatan Desa Dampingan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Desa Gemantar, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, pola pengelolaan peternakan secara bersama-sama menjadi keunggulan yang perlu dikembangkan. Sebab, kotoran ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi sumber energi alternatif dan pupuk organik.

“Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos. Kita ingin dari hulu sampai hilirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Dalam sambutannya, Taj Yasin meminta perangkat daerah terkait, termasuk Dinas ESDM, untuk berkolaborasi mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi tersebut. Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang memadai, peternakan komunal dapat diarahkan menjadi sumber energi alternatif pengganti LPG, bahkan berpeluang mendukung kebutuhan listrik masyarakat.

Taj Yasin mencontohkan pemanfaatan biogas dari limbah produksi tahu di Kabupaten Magelang yang mampu memenuhi kebutuhan energi lebih dari 100 kepala keluarga.

Selain penguatan ekonomi, Wagub menaruh perhatian pada persoalan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di Desa Gemantar. Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih perlu mendapatkan perhatian serius.

BACA JUGA:  Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Jateng Berangkat 22 April, Pakai Dua Embarkasi

Ia menegaskan, pendampingan terhadap keluarga yang memiliki balita tidak boleh berhenti pada pemberian edukasi mengenai makanan bergizi. Petugas dan kader harus memastikan asupan tersebut benar-benar dikonsumsi anak.

“Edukasi tentang makanan bergizi sudah diberikan, tetapi ketika anak sulit makan, persoalannya harus ditelusuri. Jangan sampai makanan bergizi sudah disiapkan, tetapi tidak sampai dikonsumsi anak. Ini perlu pendampingan dan pemantauan secara langsung,” tegasnya.

Menurut Taj Yasin, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan. Dengan demikian, kondisi bayi yang lahir dengan berat dan ukuran tubuh baik dapat terus dipertahankan melalui pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat.

Bukan hanya kesehatan, Taj Yasin turut menyoroti persoalan pendidikan, pernikahan usia anak, serta kebiasaan merokok pada anak usia sekolah.

“Pendidikan memiliki dampak terhadap kesejahteraan. Karena itu, kita perlu mengajak masyarakat agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Persoalan pernikahan usia anak juga harus didampingi dan diberikan edukasi karena berkaitan dengan kesiapan mental serta masa depan keluarga,” katanya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam program Desa Dampingan dapat bekerja secara terpadu. Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan, program Desa Dampingan merupakan salah satu upaya Pemprov Jateng mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Program Desa Dampingan tersebut mencakup 61 desa di 16 kabupaten dengan melibatkan 48 organisasi perangkat daerah (OPD).

Khusus di Desa Gemantar, terdapat 19 bentuk intervensi yang telah dilaksanakan maupun masih berjalan. Bantuan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, penanganan balita stunting, pendampingan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), pemasangan listrik, pengembangan KUBE, hingga perbaikan infrastruktur desa.

BACA JUGA:  Sambangi DIY, Stula PKA VII Pemprov Jateng Pelajari Inovasi ‘Visiting Jogja’ dan Kolaborasi Desa Wisata

Di bidang kesehatan, intervensi antara lain mencakup pemberian makanan tambahan bagi 59 balita stunting selama tiga bulan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian 13 kacamata bagi anak sekolah, serta pemeriksaan kualitas air bersih.

Sementara itu, bantuan pemberdayaan ekonomi diberikan melalui dua kelompok KUBE dengan dukungan modal masing-masing Rp20 juta. Bantuan lainnya mencakup enam unit RTLH masing-masing senilai Rp16 juta, pemasangan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan modal UMKM.

“Melalui berbagai intervensi ini, kami berharap Desa Gemantar semakin berdaya, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas dukungan dan berbagai bantuan melalui program Desa Dampingan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gemantar.

Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis (TB) oleh Kepala Desa Gemantar sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan penyakit TB di lingkungan masyarakat.

Usai acara formal, Wagub Taj Yasin meninjau langsung lokasi peternakan kambing KUBE Komunal dan menyambangi salah satu penerima manfaat renovasi rumah tak layak huni (RTLH).

​Suasana haru mewarnai kunjungan tersebut saat Gus Yasin menyapa Fitriana, warga setempat yang baru saja melahirkan putra keempatnya sekaligus menerima bantuan perbaikan hunian.

​”Senang campur menangis,” ungkap Fitriana tak kuasa menahan air mata haru saat rumahnya kini menjadi lebih layak dan aman untuk dibesarkan bersama sang buah hati.  (*Red)

Mari Bagikan