INTERESTNEWS, — MAGELANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi penyelenggaraan Borobudur 100 yang tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga. Tetapi juga membawa misi sosial untuk membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.
Menurut Sumarno, kepedulian sosial yang dihadirkan melalui event olahraga lari tersebut menjadi nilai penting yang patut diapresiasi. Masyarakat diajak berlari sekaligus berkontribusi membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam perawatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Sumarno saat launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu, 26 September 2026.
“Kami terima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita yang kena cerebral palsy,” ujar Sumarno.
Ia mengatakan, anak-anak dengan cerebral palsy membutuhkan dukungan dalam berbagai aspek. Mulai dari perawatan hingga kebutuhan penunjang lainnya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui kegiatan sosial seperti Borobudur 100 dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
“Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas,” jelasnya.
Sumarno menilai dukungan terhadap penyandang cerebral palsy merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Pemerintah, kata dia, memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan karena tidak seluruh persoalan sosial dapat ditangani pemerintah sendiri.
“Tentu saja ini kami sangat support dan terima kasih. Karena itu semua sebenarnya juga bagian dari pemerintah. Namun demikian kita tidak semua mampu dari pemerintah untuk menangani masalah-masalah tersebut,” katanya.
Karena itu, Sumarno berharap Borobudur 100 tidak berhenti sebagai sebuah event olahraga. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan serupa.


“Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung,” kata Sumarno.
Sementara itu, Project Director Borobudur 100 Fajar Ali Setyo Tirtonagoro mengatakan, penyelenggara menargetkan 1.000 peserta. Event tersebut akan mempertandingkan kategori 100 kilometer, 50 kilometer, 25 kilometer, dan 5 kilometer pada 19-20 Desember 2026.
Setiap peserta katagori 100 kilometer, 50 kilometer, dan 25 kilometer diwajibkan mengumpulkan donasi minimal Rp1 juta paling lambat 10 Desember 2026 sebagai salah satu syarat untuk mengikuti perlombaan. (Benneo/*Red)
