INTERESTNEWS,– SEMARANG – Prestasi membanggakan diukir pelajar Jawa Tengah di kancah internasional. Tahani Ahla Al Alami, putri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, berhasil meraih penghargaan dalam ajang World Green Mech (WGM Competition 2026 di Nonthaburi, Thailand, Senin (10/8/2026).
Siswa SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang tersebut berlaga pada kategori Junior Programmer berpasangan dengan Abrisam Haldis Alfaruq. Duet ini menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni STEM Overseas Award dan Excellence Award.
Selain itu, tim kedua dari sekolah yang sama, beranggotakan Muhammad Ar Rasykhan Lubis dan Alvaro Musa Nurindra, sukses mengamankan Achievement Award dan mengakhiri kompetisi di peringkat kelima.
Pelatih tim, Ahmad Naufal Ilmi Fasya, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan dan porsi latihan intensif para siswa.

”Latihan kami lakukan secara konsisten dari Senin sampai Sabtu, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Total ada sekitar 16 hingga 20 kali pertemuan tanpa putus,” kata Ilmi, Selasa (11/8/2026).
Ilmi menambahkan, persaingan di kategori tersebut terbilang ketat karena diikuti 48 tim dari delapan negara, termasuk wakil dari Taiwan yang memproduksi perangkat robotik GIGO. Kendati demikian, dua tim asal Semarang yang mewakili kontingen Indonesia mampu tampil kompetitif mengungguli tim dari negara lain seperti Thailand, Vietnam, Mongolia, dan India.
Apresiasi Pemprov Jateng dan Pengembangan Literasi Digital
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir mendampingi langsung di Thailand, menyampaikan apresiasinya atas capaian para siswa.
”Alhamdulillah, kita sangat bersyukur ada peningkatan prestasi. Empat delegasi dari SD Isriati ini semuanya berhasil membawa pulang piala pada tahun pertama keikutsertaan mereka,” ujar Taj Yasin.
Gus Yasin menegaskan Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memacu program pembelajaran coding sejak usia dini. Pembelajaran ini dinilai tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga melatih problem solving dan kolaborasi tim. Saat ini, pengenalan logika coding juga mulai diterapkan hingga tingkat PAUD melalui kerja sama dengan Rumah Edukasi.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji. Ia menilai kompetisi internasional penting untuk membentuk karakter generasi muda yang adaptif dan berdaya saing global. YPKP bahkan menargetkan Jawa Tengah siap menjadi tuan rumah ajang serupa pada tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang, Falik Rusdayanto, menjelaskan program coding di sekolahnya telah berjalan selama empat tahun dari kelas 1 hingga kelas 6. Para siswa yang telah berkompetisi akan terus dibina secara berkelanjutan untuk menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Ia juga mengungkapkan bahwa peserta didik yang memulai langkahnya di kategori junior tetap dikawal hingga mereka duduk di kelas 5 dan 6. Hal ini ditujukan untuk membangun kesiapan fisik, mental, dan keterampilannya agar makin solid saat bertarung di ajang internasional.
”Siswa yang saat ini mengikuti kompetisi kategori junior akan terus dibina hingga kelas 5 dan 6 sehingga memiliki kemampuan yang semakin matang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” kata Falik.
Fondasi Fondamental dari Jenjang TK hingga Kelas 6
Penerapan materi coding di SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang sendiri sudah mencakup seluruh tingkatan kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6. Program yang sudah berlangsung selama empat tahun ini awalnya berakar dari pelajaran TIK biasa, sebelum akhirnya ditransformasikan sesuai tuntutan zaman dan arah dunia pendidikan modern.
Bahkan, pengenalan konsep dasar serta penalaran coding sudah ditanamkan sejak dini di tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Pengajarannya dikemas melalui aktivitas permainan yang interaktif dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak, sehingga proses belajar terasa alami sekaligus mengasah pola pikir logis anak sejak awal. (Benneo)
